Tampilkan postingan dengan label Harga ASUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga ASUS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 November 2017

Lebih Ringan Menapaki Masa Depan dengan ASUS VivoBook S15 S510







Komputer telah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan saya. Sebagai penulis, jelas, saya membutuhkan alat dan wadah untuk menuangkan isi pikiran, rasa, dan gagasan saya menjadi berbentuk tulisan. Nah, komputer adalah wahana yang tepat untuk itu. Memang, saya bisa juga menulis dengan mesin tik analog. Tetapi, kita semua tahu, saat kita mengetik menggunakan mesin tik analog, ada kendala besar dalam hal pengeditan. Dan juga, saya pun tentu saja bisa menulis dengan pena. Namun, selain tetap tidak sepraktis dan semudah menggunakan komputer, menulis tulisan tangan pun bagi saya pribadi cukup menyulitkan. Pasalnya, ketika menulis, kita harus mengharmoniskan kecepatan jalannya ide di otak kita dengan kecepatan jari kita menulis. Sementara, jari-jemari saya jauh lebih cepat bergerak untuk mengetik ketimbang untuk menulis tulisan tangan.

Kemudian, saja juga senang dan bahkan menggilai kegiatan membaca. Itu disebabkan oleh kegemaran saya mencari dan memperkaya diri dengan sebanyak mungkin informasi dan pengetahuan. Saya pun suka mengikuti dan memperhatikan problematika sosial dan kemanusiaan, serta memperkaya diri dengan sebanyak mungkin wawasan. Untuk mencari dan memburu bahan-bahan untuk itu semua, selain buku, salah satu lahan buruan saya tentu saja ialah internet. Dan sarana yang menurut saya paling enak untuk mengakses internet ialah perangkat komputer pribadi (atau PC = Personal Computer), baik desktop maupun laptop. Saya kurang suka berinternet, termasuk bermedia-sosial, memakai telepon genggam atau telepon seluler (ponsel). Ukuran layar ponsel jauh lebih kecil dibandingkan PC. Hal itu menyebabkan saya merasa kurang nyaman dan leluasa saat membaca karena lekas merasa lelah dan bosan. Selain tulisan dan tampilan grafiknya (video dan gambar) yang jauh lebih kecil, ruang display laman web pun menjadi terbatas di ponsel, sebab layarnya paling maksimal hanya mampu memuat tiga atau empat topik. Berbeda dengan di PC, di mana kita bisa melihat jauh lebih banyak topik yang tampil di layar monitor.

Belum lagi kalau saya menyebutkan berbagai aktivitas dan hobi saya yang lain. Sebagian besarnya juga membutuhkan komputer. Saya kerap mesti mempresentasikan hasil pekerjaan-pekerjaan dan tulisan-tulisan saya di banyak tempat. Saya juga senang menonton video, baik berupa video musik maupun film atau apapun. Dan meski bukan “penikmat garis-keras”, saya tetap suka juga bermain games.

Karena komputer telah menjadi kawan yang menempel di hati saya, maka apapun mengenai perkembangan komputer, baik perangkat kerasnya (hardware) ataupun peranti lunaknya (software), selalu menarik bagi saya. Di momen-momen saya mendapati informasi terkini tentang inovasi produk komputer terbaru, tidak bisa tidak, saya pasti mengimajinasikan apa saja keuntungan yang bisa saya peroleh seandainya saja saya memiliki produk tersebut. Apalagi, kalau produk itu memang tengah saya butuhkan. Misalnya, saya sedang jenuh dengan lamban dan lambatnya kinerja komputer saya. Entah itu ketika dipakai mengetik atau sewaktu dipakai membuka laman internet atau manakala sedang membuka beberapa aplikasi sekaligus atau pada saat apapun juga, komputer itu seperti bekerja tetapi sambil menderita sakit. Pada momen demikian, melihat informasi tentang komputer PC terbaru yang handal, canggih, namun terjangkau secara harga, membuat saya merasa mendambakan produk tersebut.

Dan, sekarang, rasa damba itu kembali menyeruak di hati saya. Penyebabnya ialah karena saya baru saja melihat spesifikasi sebuah produk komputer pada tabel berikut.

Main Spec.
ASUS VivoBook S S510
CPU
Intel® Core™ i5 7200U Processor (3M Cache, up to 3.1GHz)
Operating System
Endless OS
Memory
4GB DDR4 RAM
Storage
128GB SATA 3 M.2 SSD + 1TB HDD
Display
15,6” (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) with slim bezel
Graphics
Discrete graphics Nvidia GT940MX 2GB VRAM
Input/Output
1 x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 1 x Fingerprint (On selected models), 1 x HDMI, 1 x USB 3.0 port(s), 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 2 x USB 2.0 port(s)
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11ac (WIFI Support), Bluetooth V4.1
Audio
Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone
ASUS SonicMaster Premium Technology
Battery
3 Cells 42 Whrs Battery
Dimension
(WxDxH) 361.4 x 243.5 x 17.9 mm
Weight
1,7Kg with Battery
Colors
Icicle Gold
Price
Rp9.799.000
Warranty
2 tahun garansi global senilai Rp900.000

Entah kesan apa yang timbul dalam hati Anda setelah mencermati spesifikasi dari ASUS VivaBook S15 S510 di atas. Kalau bagi saya, produk komputer PC laptop/notebook terbaru dari ASUS tersebut, yang penampakannya dapat kita lihat berupa foto di bawah, merupakan sarana yang sangat bagus untuk saya bisa lebih ringan menapaki masa depan. Begini alasan saya.




Membuat Mobilitas dan Beban Keuangan menjadi Lebih Ringan

Coba perhatikan dimensi/ukuran fisiknya. Terutama ketebalannya. ASUS VivoBook S mempunyai ketebalan (atau, lebih tepat disebut “ketipisan”) 17,9mm. Alias 1,79cm saja. Lalu, kalau kita gabungkan ketipisan notebook besutan terbaru ASUS ini dengan beratnya yang hanya 1,7 kg (berat dengan baterai), maka kita akan mendapati dimensi yang lazimnya cuma ada di komputer ultrabook, semisal ASUS ZenBook. Tetapi, ASUS VivoBook S ini bukanlah ultrabook, yang kategorinya masuk ke dalam komputer laptor kelas premium. Lihat saja harganya. ASUS VivoBook S harganya Rp9.799.000,00. Jauh di bawah harga ultrabook. Akan tetapi, adalah salah kalau kita menyangka kecanggihan ASUS VivoBook S itu juga jauh di bawah ultrabook. Justru sebaliknya. Kehandalan kinerja, performa, dan fitur ASUS VivoBook S sebanding dengan komputer-komputer kelas premium, di mana akan kita lebih jauh nanti!

Itu artinya, andaikata saya memiliki ASUS VivoBook S, beban fisik saya ketika membawa-bawa dan menggunakan komputer, menjadi jauh lebih berkurang. Begitu pula beban saya secara finansial, akan jauh lebih ringan kalau saya membeli ASUS VivoBook S, sebab memang saya sudah lama berangan-angan untuk mempunyai komputer yang fitur dan performanya premium guna lebih menunjang kinerja dan pekerjaan saya. Dengan kata lain, mendapatkan ASUS VivoBook S berarti memiliki komputer laptop kelas premium namun dengan biaya yang wajarnya dibutuhkan untuk membeli laptop merek lain dari kelas yang sama.

Memperingan Upaya Penetrasi Sosial dan Peningkatan Kualitas Hasil Kerja

Masih soal fisik, desain ASUS VivoBook S pun sama elegannya dengan laptop premium. Laptop terbaru ASUS ini memiliki lebar dan panjang yang umumnya masuk dalam klasifikasi laptop berlayar 14inci. Namun, jika kita lihat dalam tabel di atas, layar monitor ASUS VivoBook S itu ternyata berukuran 15,6inci. Apa yang terjadi di sini sebenarnya? Apakah itu sebuah kesalahan informasi? Kesalahan penulisan? Tidak!

Penyebabnya ialah adanya teknologi “NanoEdge” pada display layar monitor ASUS VivoBook S ini. Teknologi tersebut membuat bingkai (bezel) layar monitor menjadi amat tipis, yakni cuma sebesar 7,8mm atau 0,78cm saja. Artinya, screen-to-body ratio laptop ini menjadi sebesar 80%, atau, dengan kata lain: 80% penampang badan notebook ini diisi oleh layar monitor. Mari kita lihat 2 foto di bawah ini.




Itulah sebabnya ASUS VivoBook S ini bisa disebut juga dengan nama “ASUS VivoBook S15”, sehubungan dengan ukuran layarnya yang sebesar 15,6inci tersebut.

Kemudian, tampilan elegan juga ditunjukkan oleh chassis laptop teranyar ASUS ini. Bagian atasnya jelas menampilkan warna bahan bakunya, yaitu aluminium, yang diberi guratan-guratan serupa rambut yang tersisir rapi (brushed hairline finish). Sementara, panel dudukan pada bagian bawahnya tidak berwarna hitam berbahan plastik, sebagaimana laptop-laptop umumnya, melainkan dibuat dengan bahan dan warna yang seragam dengan bagian tubuh lainnya dari, lengkap dengan finishing metalik yang diamplas. Ketiga foto di bawah ini mengilustrasikannya.






Di samping keeleganan, ASUS VivoBook S15 ini tak lupa pula mengutamakan kenyamanan pemakainya. Seperti bisa kita lihat dalam gambar di atas, papan ketik (keyboard) berada di bidang yang melandai. Tidak datar layaknya laptop-laptop umumnya. Ini dimaksudkan supaya kita dapat tetap nyaman dalam mengetik, selain tentu saja desain seperti ini pun mampu memberi kesan lebih menarik lagi terhadap fisik laptop terbaru ASUS ini sendiri.

Pastinya, kenyamanan pada keyboard tidak hanya itu. Dari referensi yang saya peroleh, tuts atau tombol keyboard ASUS VivoBook S15 itu empuk dan membal saat ditekan. Apalagi, papan ketik tersebut dibuat dengan desain chiclet yang ergonomis, serta dengan desain backlit pula yang membuat tombol-tombol tetap dapat dikenali walaupun kita mengetik di ruangan dengan pencahayaan minim berkat adanya. Luas penampang tiap tombolnya pun lega. Ditambah lagi, ada jarak yang cukup memadai antar-tombol, sehingga bukan hanya kita akan merasa nyaman saat mengetik, tetapi kesalahan pengetikan pun dapat kita hindari. Khususnya untuk tombol panah kanan dan kiri yang terpisahkan oleh jarak yang cukup lebar dengan tombol-tombol panah atas-bawah.

Masih ada lagi. Touchpad atau bantalan sentuh untuk menggeser kursor laptop baru dari ASUS itu pun turut dirancang untuk mendukung kenyamanan pengguna. Tidak cuma permukaannya yang halus dan pergerakan kursornya yang mulus manakala kita menyentuhnya, touchpad ini dilengkapi pula dengan fitur palm rejection, sehingga bila telapak tangan kita tanpa sengaja menyentuhnya, takkan terjadi kesalahan pengetikan.

Faktor-faktor keeleganan dan kenyamanan pada keyboard dan touchpad ASUS VivoBook S dapat kita lihat ilustrasinya dalam keempat foto berikut.








Jadi, sekiranya ada ASUS VivoBook S510 mendampingi, saya bisa lebih tampak bonafid dan qualified karena terbantu elegannya penampilan laptop keluaran ASUS ini. Sama sekali bukan bermaksud untuk pamer atau menyombongkan diri, melainkan agar saya bisa lebih meyakinkan banyak orang. Sebab, bagaimanapun, dalam bisnis, terlebih lagi bisnis yang mengandalkan kekuatan persuasi dan argumentasi seperti yang saya jalankan dalam bidang literasi dan edukasi, mempunyai keterpercayaan dan meraih kepercayaan orang adalah hal yang esensial. Dan, untuk mewujudkan semua itu, tampilan fisik punya peran yang besar sekali untuk menorehkan kesan terpercaya di benak orang-orang. Nah, keeleganan ASUS VivoBook S15 itu mampu membuat usaha saya merebut kepercayaan orang-orang menjadi lebih ringan.

Tetapi, di sisi lain pada saat bersamaan, adalah benar pula bahwa memperoleh predikat “reliabel” tidak boleh hanya kita upayakan dari elegannya penampilan fisik kita saja. Justru yang lebih penting lagi ialah performa kinerja kita. Dan hal itu hanya bisa kita wujudkan kalau hasil kerja kita sememuaskan mungkin. Jika ASUS VivoBook S menjadi alat bantu saya, maka semua tulisan dan presentasi saya akan sanggup saya optimalkan dengan lebih cepat dan mudah berkat kenyamanan dan proteksinya, terutama pada keyboard dan touchpad-nya.

Menjadikan Lebih Ringan Kerja Pemasukan, Penyimpanan, dan Pengeluaran Data

Kita tahu, fungsi komputer ialah untuk mengomputasi dan mengolah data yang kita masukkan agar kita bisa mendapatkan hasil yang akurat. Dengan kata lain, komputer memproses data yang masuk (input) dan menghasilkan keluaran (output). Tak sampai di situ, kita pun memerlukan wadah yang mumpuni untuk menampung data, baik data yang kita akan masukkan untuk diproses oleh komputer maupun data yang merupakan output hasil pemrosesan.

Selain keyboard dan touchpad yang tadi sudah kita bahas, ASUS VivoBook S tentunya diperlengkapi dengan sederetan alat input data (serta pastinya alat output juga) lainnya yang juga sama-sama canggih dan premium.

ASUS VivoBook S15 dilengkapi dengan dua tempat penyimpanan data (storage). Ada Hard Disc Drive (HDD) berkapasitas 1TB dan juga ada Solid State Drive (SSD) berkapasitas 128GB. Itu berarti, tersedia ruangan yang sangat besar untuk menyimpan data, sekaligus dimungkinkan pengaksesan data yang lebih cepat lagi. Semua aplikasi bisa disimpan di SSD agar kecepatan pengaksesannya menjadi luar biasa cepat, baik untuk membaca dan menulis data (loading) maupun untuk boot-up (menyalakan) komputer. Sedangkan data-data berupa simpanan biasa, terutama yang berukuran besar, seperti video, foto, dan musik, bisa kita simpan di HDD yang daya tampungnya luas.

Laptop andalan baru ASUS ini juga memiliki beberapa port atau slot untuk meng-input dan menghasilkan output data. Terdapat satu port HDMI berukuran penuh yang memungkinkan kita menghubungkan laptop ini dengan pesawat televisi atau proyektor untuk menampilkan display. Juga ada dua port USB 2.0 Type-A dan satu port USB 3.1 Type-A yang konvensional untuk kita dapat meng-input data dari flashdisc atau wadah penyimpanan data lainnya, tetapi ada pula satu port USB 3.1 Type-C dari Gen-1 yang membuat kita dapat memasukkan data dari berbagai gawai/perangkat (gadget) modern. Serta, tak ketinggalan juga satu slot card reader untuk memory card bertipe SD Card, juga satu port untuk memasukkan jack untuk audio (baik untuk mikrofon maupun untuk headphone). Kedua foto di bawah ini memperlihatkan letak tepatnya port-port tersebut.





Tak ketinggalan, ASUS VivoBook S juga pastinya dilengkapi dengan sebuah kamera web VGA untuk kita merekam video ataupun untuk berkomunikasi via fasilitas video call. Serta juga sebuah mikrofon berbasis teknologi digital array.

Secara garis-besar, output hasil pemrosesan komputer terbagi dalam 2 kategori, yakni visual dan audio. Output visual yang paling sering kita jumpai di komputer adalah gambar di layar monitor, baik gambar bergerak maupun gambar statis. Sedangkan output audio sudah pasti hanya ada satu macam saja, yaitu suara, apapun bentuk suara itu, entah musik atau suara bicara manusia atau apapun.

Bagi kedua jenis output tersebut, ASUS VivoBook S15 memiliki perangkat-perangkat yang hebat.

Telah saya singgung di atas bahwa laptop terbaru ASUS ini memiliki layar monitor berukuran 15,6inci. Rasio panjang berbanding lebarnya ialah 16 : 9. Dengan resolusi tinggi berupa Full HD (FHD) (1920 x 1080), kehebatan monitor ini masih ditambah lagi dengan dukungan teknologi wide-view yang membuat tampilan di layar dapat dilihat dari sisi manapun secara tetap jelas, jernih, dan tajam sampai dengan sudut 178°. Tetapi, itu semua masih diperhebat lagi dengan dukungan 2 macam teknologi visual dari ASUS. Pertama, teknologi ASUS Splendid, yang membuat tampilan gambar menjadi bersahabat bagi mata karena dapat diubah-suaikan dengan beberapa mode. Yang kedua, teknologi ASUS Tru2Life, yang membuat gambar tampak hidup dan nyata.

Sementara itu, dalam hal output audio, ASUS VivoBook S510 ini punya sepasang speaker stereo 1,6W, yang dijamin bakal menghasilkan kualitas suara yang luar biasa hebat, yang bisa diubah-suaikan sesuai keinginan kita dan suasana yang hendak kita bangun, berkat teknologi ASUS SonicMaster.

Selaku penulis, saya merasakan betul, betapa enaknya apabila komputer yang saya pakai untuk menulis itu cepat dan responsif. Saat hendak mempresentasikan tulisan-tulisan atau ide-ide saya yang lain, sungguh senang perasaan saya kalau komputer saya membantu saya untuk bisa lancar dan cepat dalam membuat dan menyajikan materi presentasi. Dan juga, sebagai orang yang senang pula akan keindahan, benar-benar besar nikmat yang saya rasakan bila saya bisa menikmati gambar yang indah yang ditampilkan layar komputer saya, entah itu film atau foto atau grafis bentuk lainnya. Pula, riang betul hati ini apabila ketika saya memutar musik lewat komputer saya, suara yang dihasilkannya sangat indah dan berkualitas.

Dan semua kenikmatan itu serasa sempurna jika saja saya bisa menikmatinya bersama-sama dengan orang terdekat dan terkasih. Dan itu memang mungkin kalau saya melakukannya dengan ASUS VivoBook S15!

Menolong Memperingan Langkah Menghadapi Tantangan Seberat Apapun

Di balik kehandalan dan kehebatan, pasti ada sumber dari semua itu. Dalam kasus komputer, sumber semua kehebatan dan kehandalan adalah prosesor, memori, dan grafis. Namun, sebagaimana semua sumber kehebatan, ketiga sumber kehebatan komputer tersebut pun perlu juga disokong oleh kekuatan-kekuatan lain. Sokongan-sokongan itu bisa datang antara lain dari sistem pengoperasian yang canggih dan fleksibel, daya konektivitas yang kuat (baik dengan internet maupun dengan perangkat elektronik lain), efisiensi dan efektivitas energi, serta pengamanan yang rapat.

ASUS VivoBook S510 memiliki semua itu!

Laptop andalan terbaru dari ASUS ini dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i5 7200U, sebuah prosesor terbaru dari Intel, yang merupakan Intel Core generasi ke-7 (KabyLake). Prosesor ini juga mempunyai cache memory sebesar 3MB. Kecepatannya 2,5GHZ dan bisa ditingkatkan sampai dengan 3,1GHz. Saat bekerja, prosesor ini amat menghemat energi karena cuma menggunakan listrik 7,5 sampai dengan 25watt.

Prosesor sehebat itu ditunjang oleh memori RAM DDR4 sebesar 4GB yang berkecepatan 2133MHz. Sedangkan di bidang grafis, tampilan di layar monitor ASUS VivoBook S15 menjadi sangat hebat karena dikerjakan oleh kartu grafis NVIDIA GeForce 940MX, yang memiliki memori video (Video RAM atau VRAM) sebesar 2GB. Sehingga, beban kerja memori dari RAM DDR4 terdistribusi, jadi dapat dimaksimalkan untuk menangani pekerjaan yang lain.

Tetapi, semua kehebatan prosesor, memori, dan grafis tersebut takkan ada artinya bagi kehebatan kinerja komputer jikalau komputer yang bersangkutan tidak ditunjang sistem pengoperasian yang juga hebat. Nah, prosesor, memori, grafis, dan semua hardware di dalam ASUS VivoBook S dapat menunjang sistem pengoperasian Windows 10 dengan Cortana. Jadi, kita memang bisa menginstal sistem operasi termutakhir produksi Microsoft itu. Namun, di Indonesia, ASUS VivoBook S510 sudah dipersenjatai dengan sistem operasi berbasis Linux, yaitu Endless OS.

Sistem pengoperasian yang dikembangkan oleh Endless Mobile tersebut pun tidak kalah dalam urusan membantu pekerjaan kita. Banyak fungsi dan fitur yang bisa kita dapatkan dari sistem operasi yang dapati diunduh secara gratis oleh siapapun itu. Itu karena Endless OS sudah dilengkapi dengan berbagai konten hingga 100 aplikasi gratis yang bisa langsung kita pakai di laptop ASUS VivoBook S15 tanpa harus terhubung dengan internet.

Endless OS pun gampang dioperasikan, semudah kita mengoperasikan ponsel pintar (smartphone). Orang yang bahkan awam sama sekali soal komputer pun bakal cepat beradaptasi dengannya. Karena, sistem pengoperasian ini memang dirancang agar bisa dijalankan secara alami dan intuitif.

Masih banyak lagi keuntungan dari Endless OS ini. Salah satunya: penggunaannya tidak menuntut biaya tambahan apapun. Juga tidak ada batasan waktu, sebagaimana yang sering kita alami dan keluhkan apabila menggunakan sistem operasi atau aplikasi trial, yang hanya bisa dipakai selama 30 hari saja, karena setelah itu harus beli dengan harga yang tidak murah.

Kemudian, sistem pengoperasian ini juga relatif lebih tahan terhadap virus komputer. Jadi, kalau kita memakainya, resiko komputer kita terserang virus, malwareworm, atau lain-lain yang sejenisnya itu dapat kita reduksi. Dan saat kita menghubungkan ASUS VivoBook S ke jaringan internet pun, Endless OS tetap dapat memfungsikan laptop itu selayaknya komputer pada umumnya. Pencarian informasi dan data tetap lancar. Komunikasi via internet pun demikian. Tidak ada bedanya dengan sistem operasi yang sudah teramat lazim digunakan.

Dan, yang pasti, karena di dalamnya sudah terkandung berbagai aplikasi yang bermanfaat untuk kegiatan kita sehari-hari, Endless OS membuat kita tidak perlu lagi repot-repot mencari, membeli, dan mengunduh program aplikasi apapun. Cukup nyalakan komputer, maka kita pun langsung bisa bekerja! Dan berikut ini 4 ilustrasi dari tampilan Endless OS.








Kita lihat, sudah tidak ada masalah dengan sistem operasi pada ASUS VivoBook S510. Kini, bagaimana dengan konektivitas? Nah, di dalam notebook besutan teraktual ASUS ini sudah terintegrasikan koneksi ultra-fast-dual-band 802.11ac yang juga sudah menunjang WiFi, di mana kecepatan aksesnya mampu mencapai 867Mbps! Serta juga diperlengkapi dengan Bluetooth V4.1, yang memungkinkan kita terkoneksi dengan perangkat komunikasi lain.

Akan tetapi, apa gunanya semua kehebatan kinerja dan performa sebuah komputer laptop bilamana baterainya boros, baik boros secara penggunaan listrik maupun boros karena masa pakainya yang pendek? Namun, di ASUS VivoBook S15, semua keborosan dan pemborosan energi dan baterai semacam itu dapat dicegah! Sebab, laptop ini memiliki 2 teknologi anti-boros energi dan yang sekaligus justru mampu memperpanjang masa operasional baterai.

Pertama, teknologi SuperBattery. Ini adalah teknologi pengawet baterai. Dengan teknologi ini, baterai ASUS VivoBook S15, yang merupakan baterai polimer Lithium 3 sel berdaya 42Whrs, dapat mempunyai masa pakai sampai 3 kali lipat lebih lama ketimbang baterai laptop pada umumnya! Teknologi SuperBattery ini melakukannya dengan cara memonitor secara cerdas proses pengisian baterai, juga membatasi pengisian supaya berhenti saat sel baterai sudah terisi maksimal. Dengan cara ini, baterai laptop akan terhindar dari penurunan kinerja dan masa pakai yang biasanya diakibatkan oleh keteledoran atau kebiasaan buruk kita dalam mengisi daya baterai, entah keseringan pasang-colok kontak adapter ataupun membiarkan baterai terhubung ke listrik dalam jangka waktu panjang padahal kondisinya sudah terisi 98% sampai 100%, hal mana bahkan sampai mengakibatkan baterai jadi membengkak (kembung)!

Dengan teknologi SuperBattery ini, ASUS VivoBook S510 mampu mencapai siklus pengisian ulang sampai dengan 900 kali sebelum daya tahan baterai menurun! Jauh lebih banyak dibandingkan siklus pengisian baterai laptop pada umumnya yang hanya berkisar 300 kali. Berikut ini grafiknya.





Juga, teknologi ini dapat mengisi ulang baterai ASUS VivoBook S secara cepat, di mana cuma perlu 49 menit untuk mengisi dari keadaan 0% hingga mencapai 60%!

Yang kedua ialah teknologi ASUS Battery Health Charging Application. Aplikasi atau teknologi ini memungkinkan kita untuk menentukan tingkat Relative State of Charge (RSOC) baterai notebook ASUS VivoBook S15 kita pada level 60%, 80%, atau 100%. Dengan dibatasinya tingkat pengisiannya oleh pengisi daya (charger), baterai bisa memiliki masa pakai yang lebih panjang.

Selain tanpa efisiensi dan efektivitas energi, kinerja dan performa komputer pun mungkin akan sia-sia juga jika komputer bersangkutan tidak diproteksi oleh sistem pengamanan yang mumpuni. Yah, setidaknya, memenuhi standar minimal kemumpunianlah! Contohnya, pengamanan berbasis biometrik dalam bentuk pemindai sidik jari (fingerprint scanner) yang dimiliki ASUS VivoBook S15. Sebagaimana bisa kita lihat ilustrasinya di bawah, pemindai ini berada di sudut kanan atas touchpad. Fitur pengamanan berbasis pemindaian sidik jari ini telah mendukung fitur login aman dari Windows 10 Hello, yang memungkinkan kita memasuki sistem operasi tanpa perlu memasukkan kata sandi karena cukup dengan sentuhan jari saja.




Sebagai tambahan, selain fitur pengamanan, ada satu fitur istimewa lainnya juga yang termaktub di dalam touchpad ASUS VivoBook S. Yaitu, fitur yang membuat touchpad tersebut dapat mendukung fitur input multi-gesture yang dimiliki Windows 10, kalau kita menginstal sistem pengoperasian ini. Dengan fitur ini, kita dapat menyentuhkan sampai empat jari kita pada touchpad untuk mengeksekusi beberapa tindakan tertentu. Berikut ini adalah gambar dari apa saja yang dapat dilakukan satu sampai empat jari kita pada touchpad ASUS VivoBook S15.



Segala faktor kehandalan ASUS VivoBook S berikut seluruh pendukungnya itu menyiratkan bahwa laptop ASUS yang satu ini dapat diandalkan untuk mengerjakan tantangan pekerjaan seberat apapun! Apalagi, semua kekuatan itu dijamin pula oleh sang produsen, ASUS, dengan garansi global selama 2 tahun! Jadi, kalau saya memilikinya, saya tentu akan dapat menghadapi tenggat waktu pendek, jadwal yang padat, kerepotan yang tiba-tiba muncul secara tak terduga, dan tantangan-tantangan berat lainnya bagi laju dan kemajuan pekerjaan saya, semuanya dengan ringan karena bantuan ASUS VivoBook S510 ini!

#ASUSxIntel #ASUSLaptopKu #ASUSAja #Intel

——————————————


Jumat, 13 Desember 2013

ASUS Fonepad Tablet 7 Inci dengan Fungsi Telepon

Gaya hidup zaman sekarang menuntut kita untuk bijak dalam mengatur irama dan pola kegiatan sehari-hari. Sebab, bila tidak, kita akan kewalahan sendiri. Pasalnya, dengan kian derasnya arus informasi dan komunikasi seiring akselerasi perkembangan teknologi yang semakin meningkat dari hari ke hari, selain memang aksesibilitas makin mudah dan peluang baru makin banyak terbuka, namun, di sisi lain, kebutuhan akan sarana-prasarana telekomunikasi dan informasi pun pasti tambah mendesak. Kian variatif gaya komunikasi dan pencarian informasi kita, kian banyak juga alat atau sarana (gadget) yang perlu kita miliki. Hal ini tentu tidak efisien. Selain bawaan kita jadi semakin berat dan membuat ribet, tentu lebih banyak juga energi listrik yang kita konsumsi, sebuah contoh gaya hidup yang kurang ramah lingkungan.

Tapi keadaan tersebut tidak akan terjadi seandainya kita dapat memperoleh segala macam informasi yang kita butuhkan dan, karenanya, menikmati bantuan besar bagi kelancaran pekerjaan kita, sekaligus bisa berkomunikasi tanpa hambatan, hanya dengan satu alat saja.

Dan memang ada alat semacam itu. ASUS Fonepad!

ASUS Fonepad adalah sebuah komputer tablet yang sekaligus juga mempunyai fungsi layaknya telepon selular.



Umumnya, komputer tablet mengandalkan mode WiFi untuk dapat terhubung dengan jaringan internet. Masalahnya di Indonesia adalah ketersediaan WiFi masih terbatas, hanya ada di tempat-tempat tertentu. Sehingga, kita tidak bebas mengakses internet di sembarang tempat. Berbeda dengan ASUS Fonepad, yang menyediakan pula fitur 3G. Dengan fitur 3G ini, kita dapat menggunakan jaringan nirkabel dari operator selular untuk mengakses internet.

Barangkali, sebagian kita pernah berpikir, karena fitur 3G itu disediakan jaringan selular, sudah tentu untuk mengoperasikan fitur tersebut kita harus menggunakan kartu yang disediakan operator selular; kalau begitu, kenapa komputer tablet yang menggunakan fitur 3G tidak sekalian saja bisa difungsikan juga sebagai telepon selular, sehingga kita bisa sekalian memakainya untuk menelepon, juga menerima dan mengirim SMS serta MMS? Nah, ASUS Fonepad menjawab dan menyediakan semua itu! Jadi, tablet keluaran ASUS ini juga dapat difungsikan sebagaimana sebuah telepon pintar/smartphone. Apalagi, kenyamanan bertelepon juga ditunjang oleh teknologi built-in noise cancelling yang membuat suara menjadi lebih jernih dan jelas di telinga lawan bicara kita. Bisa menggunakan Bluetooth headset pula, berhubung tablet ini dilengkapi juga dengan fasilitas Bluetooth.

Secara tampilan luar saja, ASUS Fonepad ini sudah menarik. Besar layarnya 7 inci, sehingga kita tidak akan sakit mata menatap layar akibat saking kecilnya tulisan, namun juga tidak bakal kesulitan memegang sewaktu menelepon karena memang pas di genggaman, tidak terlalu besar. Casing-nya berbahan aluminium dengan desain metalik yang tersedia dalam 2 warna, Titanium Grey dan Champagne Gold, jadi sangat elegan dan berkelas. Apalagi, desain tersebut juga dirancang minimalis dan rapi karena tidak mengumbar banyak port atau konektor di tepi-tepinya selain untuk micro-USB dan audio jack (headphone/mic-in), sebab slot untuk micro-SD dan SIM-Card terdapat di dalam, di balik penutup belakang pada sebelah atasnya.

Layar LED 7 inci 10-finger multi-touch itu juga mendukung video beresolusi HD (1280x800), jadi kita akan lebih asyik menonton, bermain game, dan bermultimedia. Apalagi, ASUS Fonepad ini dilengkapi juga dengan panel IPS, sehingga tampilan layar akan tetap terlihat tajam dan terang walaupun kita menatapnya dari sudut pandang hingga 178 derajat. Berkaitan juga dengan video, tablet ini juga memiliki 2 kamera. Satu di depan, sebesar 1,2 MP. Satu lagi di belakang, sebesar 3 MP, yang auto-focus dan mampu merekam video dengan resolusi HD 720p. Sementara itu, audionya juga tak kalah keren karena memanfaatkan teknologi ASUS SonicMaster dan juga software teknologi audio pemenang penghargaan Maxx Audio.

Soal kinerja, tablet ini dipersenjatai prosesor Intel Atom Z2420 Lexington yang berkecepatan 1,2 GHz dan mempunyai fitur HyperThreading. ASUS Fonepad adalah tablet 7 inci pertama di dunia yang memakai prosesor tersebut. Memorinya sebesar 1 GB. Sistem operasi yang digunakan adalah Android 4.1 Jelly Bean. Dengan demikian, tablet ASUS ini handal dalam soal kecepatan dan penanganan data.

Tablet ini juga menyediakan penyimpanan sebesar 8 GB atau 32 GB. Kapasitas itu juga dapat diekspansi hingga 32 GB lagi dengan menggunakan micro-SD. Ditambah lagi dengan fasilitas penyimpanan online berbasis cloud ASUS Webstorage Space sebesar 5 GB yang dapat digunakan tanpa batas waktu, alias selamanya. Kita tidak perlu kuatir kekurangan ruang untuk menyimpan koleksi video, foto, dan musik kita. Termasuk juga untuk data pekerjaan kita. Khusus untuk yang terakhir ini, kita lebih dipermudah lagi, sebab media penyimpanan cloud ASUS itu juga punya fitur Webstorage Office, sehingga kita bisa membuka, membuat, mengedit, dan men-share dokumen Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint secara online dari ASUS Fonepad tersebut tanpa perlu menginstalasi software Microsoft Office lagi.

Dengan fungsi tablet merangkap telepon selular seperti itu, apakah baterainya tidak jadi boros? Pertanyaan yang bagus. Dan jawabannya adalah: tidak. Baterai 4270 mAh dari Fonepad ini sanggup bertahan 9,5 jam saat digunakan untuk memutar video beresolusi HD 720p non-stop, dan 31 jam untuk bertelepon di jaringan 3G.

Bagaimana mengenai harganya? Tidak perlu kuatir. Harga tablet yang 8 GB adalah Rp2.499.000. Sedangkan yang kapasitas penyimpanannya 32 GB dibandrol dengan harga Rp3.699.000. Terjangkau, bukan?

Melihat semua kapabilitas dan keistimewaan di atas, ASUS Fonepad lekat dengan berbagai versi akan perpaduan 2 kekuatan, ditinjau dari berbagai aspek, seperti yang bisa kita dengar sendiri dari keterangan sang talent di video advertorial ASUS Fonepad berikut ini. (Di video ini, kita juga bisa mendapatkan visualisasi kehebatan-kehebatan tablet ASUS ini untuk memperjelas apa yang sudah kita simak di atas.)


Ya! ASUS Fonepad bukan sekadar perpaduan tablet dengan telepon selular saja, namun juga perpaduan moda komunikasi gaya lama (telepon) dengan yang gaya baru (komputer tablet). Tablet ASUS ini juga memadukan kekuatan dan ketahanan dalam kinerjanya. Dan berbagai perpaduan lainnya, sebagaimana bisa kita saksikan sendiri dari video di atas. Ditambah satu perpaduan lagi, seperti yang tersirat pada awal-awal tulisan ini, yakni perpaduan efisiensi dengan availabilitas (ketersediaan, atau kondisi serba-lengkap).