Jumat, 31 Mei 2013

Obat Generik Berlogo (OGB), Solusi Sehat Hidup Masyarakat Berkualitas


Kita semua kepingin yang terbaik. Kita mau punya hidup yang terbaik. Kita ingin menjadikan diri kita sebagai yang terbaik. Kita mendambakan yang terbaik untuk orang-orang terkasih. Dan kita pun memimpikan lingkungan yang terbaik.

Begitu pula dengan kesehatan. Kita semua tentu ingin senantiasa dalam keadaan sehat. Tapi kita juga tidak dapat memprediksi kapan penyakit akan menyerang. Dan bila itu terjadi, kita berupaya dengan segala cara yang mampu kita pikirkan dan lakukan supaya kita sesegera mungkin sembuh.

Untuk itu, kita mencari pengobatan yang terbaik, yang paling berkualitas. Memang, banyak sekali ragam terapi penyembuhan sekarang ini. Namun, tetap saja, porsi terbesar masih didominasi oleh terapi dengan pengonsumsian obat. Dan dari semua jenis obat, pilihan paling utama masih jatuh pada obat-obatan medikal. Orang pada umumnya menyebutnya juga sebagai obat-obatan kimiawi.

Obat jenis tersebut ada dua kelompok, yaitu obat paten dan obat generik. Belakangan, dunia medis dan farmasi Indonesia mulai memperkenalkan obat generik yang dinamakan Obat Generik Berlogo (OGB). Penamaan tersebut berdasarkan pencantuman logo pada kemasan atau strip obat, logo yang berupa lingkaran yang terbentuk dari garis-garis paralel horisontal berwarna hijau, dengan tulisan "GENERIK" di tengah-tengah lingkaran tersebut, sebagaimana tampak di bawah ini.

Sudah menjadi anggapan umum, agaknya, bahwa obat paten dinilai lebih bagus ketimbang obat generik. Anggapan tersebut sejatinya berangkat dari pra-asumsi yang masih sangat banyak dianut di kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia, yakni "harga/uang tidak bohong"; maksudnya, semakin mahal sesuatu, semakin tinggi pula kualitasnya. Bukan hanya pasen yang masih memegang teguh pra-asumsi tersebut, namun para dokter pun demikian. Dalam kebanyakan kasus. Sedangkan dalam kasus-kasus "khusus", alasan dan latar belakang penyebab dokter keukeuh mempreskripsikan obat paten pun masih tetap bernuansa finansial.

Pra-asumsi tersebut menggiring proses kesembuhan ke arah fenomena "Efek Plasebo". Selain ketepatan pemberian jenis dan dosis obat, faktor yang juga sangat berperan, yang malah bisa dikatakan lebih besar peranannya, dalam penyembuhan adalah energi positif yang dikeluarkan dari dalam diri pasen sendiri. Karena begitu besar keyakinan sang pasen akan keampuhan obat paten, tubuhnya sendiri mengerahkan segenap kekuatan untuk bahu-membahu berjuang melawan penyakit, tanpa disadari orangnya sendiri. Itulah yang menyebabkannya cepat pulih. Menariknya, setelah itu, terjadi efek bola salju: keyakinannya pada obat paten jadi bertambah; dan keyakinan itu ia ceritakan kepada orang lain, yang kemudian juga menambah keyakinan sang pendengar pada kemanjuran obat paten.

Seandainya para pasen tahu bahwasanya kualitas dan khasiat obat generik tidak berbeda dengan obat paten, sudah pasti mereka akan memilih obat generik karena jauh lebih murah. Masalahnya, pengaruh pra-asumsi pada mekanisme mental manusia, termasuk dalam hal menentukan pilihan, bagaikan cengkeraman raksasa pada tikus. Sekali pra-asumsi bahwa yang mahal pasti lebih baik itu menguasai pemikiran, akan terus-menerus kuat dorongan pada telunjuk untuk jatuh pada obat paten setiap kali waktunya untuk memilih obat tiba, biarpun orang tersebut sudah benar-benar tahu kualitas sebenarnya dari obat generik. Dan itu terbukti pada diri sebagian dokter yang tetap menuliskan obat paten pada carik resepnya.

Keunggulan obat generik sebenarnya bukan hanya dalam hal kesetaraan mutunya dengan obat paten saja. Khusus di Indonesia, dengan adanya OGB, obat generik menjadi jauh lebih terjamin. Sebab, OGB ini bukan obat sembarangan. Pemerintah sudah menetapkan pembakuan atau pematokan perusahaan farmasi mana saja yang memproduksinya, standar produksinya, dan juga harga eceran tertingginya. Dengan demikian, peredarannya menjadi sangat terpantau dan terawasi. Di samping itu, implikasi lain dari adanya standardisasi produksi adalah terjaminnya kehalalan obat OGB tersebut. Singkatnya: OGB relatif jauh lebih rendah tingkat kerentanan terhadap ancaman pemalsuan, halal, dan murah. Sangat berani jika mau ditandingkan dengan obat paten, yang sebagian besar diproduksi perusahaan farmasi asing yang tidak terikat pertimbangan halal-tidak halal, yang sukar terpantau peredarannya, dan mahal. Karena itu, dapat disimpulkan, obat generik yang tergabung dalam golongan OGB ini jauh lebih mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi penggunanya.

Pertanyaannya, kembali, bagaimana segala keunggulan OGB tersebut dapat memberi pengaruh pada pilihan terhadapnya bagi orang-orang yang sudah terikat kuat oleh pra-asumsi mereka sendiri sehingga tetap saja memilih obat paten? Hanya satu cara. Kontinuitas. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada para dokter, harus dilakukan secara kontinu, terus-menerus tanpa putus. Hanya kekuatan kontinuitas/pengulangan yang tak henti-hentilah yang dapat mengurangi dan bahkan memutuskan pengaruh pra-asumsi terhadap tindakan. Witing tresno jalaran soko kulino. Timbul cinta karena kebiasaan. Lihat saja bagaimana iklan dapat membelokkan selera orang dari satu produk kepada produk yang diiklankan. Dan simak saja betapa hebatnya latihan yang terus-menerus sehingga dapat membentuk refleks gerakan pada atlet, terutama atlet beladiri. Apalagi jika pengulangan itu dilakukan dengan frekuensi dan amplitudo yang tinggi. Semakin kerap sosialisasi dan edukasi, dan semakin tegas ditandaskan semua keunggulan, semakin cepat orang menjadi lebih sadar untuk memilih OGB. Iklan-iklan di semua media massa, baik cetak maupun elektronik dan juga internet, harus lebih digencarkan. Penyuluhan umum mendadak di rumah-rumah sakit, posyandu-posyandu, apotek-apotek, dan klinik-klinik seyogyanya diadakan secara rutin, dan lebih baik lagi jika frekuensinya lebih dekat dan sering. Simposium dan seminar juga perlu diadakan lebih sering dan lebih kontinu, sebab ini penting untuk menggugah kesadaran para dokter dan juga orang-orang dari kalangan menengah ke atas. Banner, flyer, dan brosur juga perlu dipasang lebih banyak di tempat-tempat umum seperti halte dan terminal bus dan busway, stasiun keretaapi, bandara, pelabuhan, pujasera, mal, selain tentunya di fasilitas kesehatan.

Dan dalam hal memilih OGB ini, saya sendiri sudah membuktikan keampuhan kontinuitas tersebut dalam beberapa kasus. Salah satunya, sekaligus pertama-tamanya, adalah terhadap diri saya sendiri. Saya jarang sekali sakit. Kalau kebetulan saya sedang tidak sehat dan terpaksa harus minum obat, setiap kali membeli obat, saya keras-keras mengingatkan diri sendiri akan keunggulan-keunggulan OGB seperti yang tertulis di atas. Kepada orangtua, keluarga, dan orang-orang tercinta lainnya pun saya melakukan hal yang sama. Awal-awalnya memang masih ada resistensi. Ibu, kekasih, saudara-saudara, dan sahabat-sahabat saya tetap "membandel" dengan obat patennya. Namun, karena saya terus-menerus omongkan kepada mereka kualitas OGB yang sama dengan obat paten berikut keuntungan-keuntungan yang akan didapat bila memilih obat tersebut, lama-lama mereka pun akhirnya terpengaruh. Sekarang, mereka sudah sering memilih OGB.

Dengan segala keunggulan tersebut, dan dengan didukung kontinuitas sosialisasi dan edukasinya kepada masyarakat, OGB dapat disebut sebagai solusi sehat hidup masyarakat berkualitas. Pertama-tama, OGB yang mutunya bagus, aman, dan murah sudah jelas menjadi solusi yang berkualitas bagi kesehatan hidup masyarakat. Akan tetapi, sebagai hasilnya, sehat yang didapatkan pun adalah sehat yang berkualitas juga, karena bahan-bahan dan proses produksi obatnya yang aman dan halal. Kesehatan yang sedemikian sudah pasti akan meningkatkan pula kualitas hidup masyarakat. Dan akhirnya, masyarakat dengan kualitas hidup yang baik dapat terwujud menjadi masyarakat yang berkualitas pula, apalagi dengan lebih meningkatnya kekuatan finansial karena dapat ditekannya beban pengeluaran untuk pengobatan menjadi serendah mungkin hasil dari murahnya OGB.

Minggu, 26 Mei 2013

Mengharumkan Nama Indonesia dengan Printer Epson L-series

Epson L-series adalah printer-printer dengan terobosan baru. Apa terobosan baru itu? Menggunakan sistem tinta ink-tank yang dapat diisi ulang (refill). Ya, jelas itu sebuah inovasi brilyan! Betapa tidak? Biasanya, dan yang sudah bertahun-tahun kita tahu, tinta printer yang bisa di-refill itu tinta bajakan. Alias palsu, alias "abal-alal". Tapi yang ini, printer Epson L-series ini, tinta isi ulangnya orisinal.

Barangkali banyak di antara kita yang kemudian berpikir, "Oke, tinta Epson L-series bisa diisi ulang secara orisinal. Tapi, untungnya apa? Jangan-jangan, karena orisinal, tinta itu harganya mahal sekali, pasti! Kalau begitu, ya masih mending tetap pakai yang kayak dulu, dong! Biarpun ada resikonya, tapi murah! Jadi, bisa dibilang, impas 'kan? Bisa-bisa lebih untung, malahan, jika kita bisa meminimalisir resikonya!"

Iya sih, betul... kalau kita menyimpulkannya cuma atas fakta-fakta itu saja. Sayangnya, itu berarti kita picik. Lalai mempertimbangkan seluruh aspek, juga tidak melihat dari berbagai sudut pandang. Sebab, ada fakta lain tentang printer Epson L-series yang harus lebih dulu kita tahu. Jikalau kita sudah mengenalnya lebih banyak, saya ragu apakah kita masih bisa ngomong kalau memakai L-series itu tidak menguntungkan.

Apa fakta itu? Ini: printer-printer Epson L-series dapat digunakan untuk mencetak dokumen dan foto jauh lebih banyak ketimbang merek-merek lain. Sebut saja 2 contoh printer L-series. Satu botol tinta hitam printer khusus dokumen, Epson L110, dapat mencetak dokumen hitam-putih berukuran A4 hingga 4.000 halaman, sedangkan satu set tinta warnanya (3 botol CMY = cyan, magenta, yellow) dapat mencetak dokumen berwarna sampai dengan 6.500 halaman. Sementara itu, satu set (5 botol: cyan, magenta, yellow, light cyan, light magenta) tinta warna Epson L800, yang fungsi utamanya adalah sebagai printer foto, dapat mencetak foto berukuran 4R sampai dengan 1.800 lembar! Hayo, sebut satu saja printer merek lain yang bisa begitu, kalau ada! Jangankan untuk menandingi, mendekati angka sebesar itu saja tidak!
Printer Epson L800 (sumber: http://www.epson.co.id/epson_indonesia/ink_tank_system_printers/product.page?product_name=Epson_L800)

Jadi, kesimpulannya, bilamana kita pakai printer-printer tersebut, maka pertama: kita menghemat uang untuk biaya pembelian tinta, dan kedua: kita menghemat waktu, emosi, dan tenaga karena tidak usah sebentar-sebentar bolak-balik ke toko untuk beli tinta kalau suatu saat kita kebetulan mesti mencetak dokumen dan/atau foto dalam jumlah yang cukup (atau bahkan: sangat) banyak.

Amat menguntungkan, bukan? Tetapi, hanya itu saja? Jelas tidak! Keuntungan-keuntungan tersebut berimplikasikan keuntungan dan manfaat lain yang, dapat dikatakan, jauh lebih besar lagi.

Ini maksud saya. Saya amat sangat mengagumi dan mencintai Indonesia. Bayangkan, alam negeri kita ini ibarat sumur keindahan yang seakan tak habis-habis isinya, dari waktu ke waktu selalu ada saja daerah tertentu yang luar biasa indah yang "baru ditemukan", entah masih berapa banyak lagi daerah-daerah yang sama indahnya (atau malahan mungkin lebih indah lagi!) yang "masih tersembunyi" dan menunggu untuk "ditemukan"! Pula, bangsa kita ini bak ladang tambang budaya yang seolah tak terbatas stoknya, pasti secara berkala ada orang yang "menemukan" kebiasaan-kebiasaan, adat-adat, bentuk-bentuk kesenian, menu-menu makanan, atau apapun yang unik dan "baru", yang belum pernah dikenal dunia luar sebelumnya, dari suku atau sub-etnis tertentu.

Karena itu, saya membayangkan, apabila ada seorang penulis yang memiliki interes dan rasa cinta yang sama besar dengan saya akan Indonesia, sekaligus juga mempunyai printer Epson L110, kemungkinan besar dia akan sangat termotivasi untuk menulis banyak tulisan yang menceritakan tentang kehebatan serta juga potensi bangsa dan negeri kita yang begitu luar biasa itu, untuk kemudian ia cetak dan kirimkan ke penerbit-penerbit.

Atau, sekiranya ada seorang fotografer, dengan gairah dan cinta yang sama terhadap tanah air dan masyarakat kita, memiliki printer Epson L800, sangat mungkin semangatnya bakal amat terpacu untuk mengambil lebih banyak lagi foto bertemakan Indonesia dengan kameranya, yang selanjutnya dicetak dan diterbitkannya menjadi buku-buku.

Yang berandil memotivasi penulis maupun fotografer tersebut tidak lain adalah begitu murahnya ongkos cetak dari printer-printer L-series, serta juga efisiensi dan efektivitas yang diberikan printer-printer tersebut dalam hal waktu dan energi, sebagaimana sudah saya sebutkan di atas. Dan kalau satu orang penulis dan satu orang fotografer saja bisa berbuat sedemikian banyak untuk mempublikasikan Indonesia, baik kepada bangsa kita sendiri maupun kepada dunia internasional, maka bayangkan saja apa jadinya seandainya penulis dan fotografer yang mencintai dan sekaligus juga mempunyai printer-printer L-series itu jumlahnya belasan, puluhan, bahkan ratusan orang! Alangkah cepat besarnya nama Indonesia di mata dunia, bukan?!

Sekelumit tentang Epson L110

Ada beberapa printer L-series dari Epson. Namun karena dari tadi saya menyinggung L110, dan juga lantaran printer ini paling terjangkau dan memasyarakat, saya ingin memberikan spesifikasi singkat tentangnya berikut ini, yang bersumber dari situs resmi Epson L110 http://www.epson.co.id/epson_indonesia/ink_tank_system_printers/product.page?product_name=Epson_L110.
Printer Epson L110 (sumber: http://www.epson.co.id/epson_indonesia/ink_tank_system_printers/product.page?product_name=Epson_L110)


Printer Epson L110 lebih hemat tempat dibandingkan pendahulunya, L100, sebab berukuran fisik lebih kecil dan ramping. Printer ini memiliki 1 cartridge untuk tinta hitam dan 3 cartridge untuk tinta warna (CMY), di mana cartridge-cartridge tersebut dapat diisi ulang. Pada pembelian baru, kita akan mendapatkan 3 botol tinta hitam serta masing-masing 1 botol tinta warna cyan, magenta, dan yellow, yang tiap botolnya berisi 70 ml tinta. Seperti sudah saya tuliskan di atas, 1 botol tinta hitam dapat dipakai untuk mencetak dokumen hitam-putih di atas kertas A4 sebanyak 4.000 halaman, dan satu set tinta warnanya dapat dipakai untuk mencetak dokumen berwarna sebanyak 6.500 halaman. Jika harga 1 botol tinta adalah Rp75.000, maka biaya cetak per halamannya adalah Rp19 untuk dokumen hitam-putih dan Rp35 untuk dokumen berwarna. Jadi, kalau yang orisinal saja sudah semurah itu, jauh lebih murah daripada yang "KW", buat apa pakai KW-an lagi yang tinggi resikonya, iya toh?
Ink cartridge printer Epson L110 (sumber: http://www.epson.co.id/epson_indonesia/ink_tank_system_printers/product.page?product_name=Epson_L110)

Tinta printer Epson L110 (sumber: http://www.epson.co.id/epson_indonesia/ink_tank_system_printers/product.page?product_name=Epson_L110)


Kita tidak perlu menguatirkan soal kebersihan dan kerapian dokumen bilamana menggunakan L110 sebab printer ini menggunakan teknologi FIT (Fast Ink Top-up) dalam pengisian ulang (refill). Teknologi ini terdiri dari 2 fitur. Pertama, adanya tube khusus yang mengatur irama aliran tinta, sehingga tinta dijamin akan mengalir saat diperlukan namun tidak akan meluber ke mana-mana sewaktu printer tidak sedang dipakai. Kedua, adanya katup choke tinta, yang dapat kita tutup kalau kita mau angkut dan bawa pergi printer tersebut supaya tinta tidak tumpah-tumpah akibat guncangan pada waktu ditenteng-tenteng dan selama dalam perjalanan.
Katup choke printer Epson L110 (sumber: http://www.epson.co.id/epson_indonesia/ink_tank_system_printers/product.page?product_name=Epson_L110)

L110 mempunyai kecepatan cetak hingga 2 kali lebih cepat daripada pendahulunya, yaitu bisa sampai 27 ppm (page per minute = halaman per menit) untuk tinta hitam dan 15 ppm untuk yang warna. Printer ini dilengkapi juga dengan teknologi print head Mikro Piezo, yang membuat resolusi hasil cetakan menjadi tinggi (alias halus), yaitu 5.760 x 1.440 dpi (dot per inch = titik per inci). Dengan begitu, mencetak dengan Epson L110 itu sangat menyenangkan karena prosesnya cepat dan hasil cetakannya bagus!

Rabu, 15 Mei 2013

Ultrabook Terbaru Samsung Paling Optimal bagi Pekerjaan dan Kesenangan Kapanpun di Manapun

Ketika kita menggunakan komputer, tentu kita ingin komputer itu dapat mendukung apapun pekerjaan yang kita kerjakan, memiliki mobilitas tinggi (atau, dengan kata lain, bisa dibawa ke mana-mana secara mudah tanpa merepotkan), dan mampu bukan cuma memberikan kepuasan dalam hal profesional melainkan juga mendukung dalam hal hobi dan kesenangan kita seperti menonton film dan bermain video game.

Untuk memperoleh semua itu, komputer tersebut harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, komputer itu harus berupa notebook/laptop. Laptop itu mesti pula berspesifikasi tinggi, artinya, ber-hardware mutakhir sehingga kinerjanya menjadi serba cepat dan dapat menangani jalannya banyak program secara sekaligus dalam waktu bersamaan, dilengkapi dengan software-software terbaru yang komplet untuk pelbagai kebutuhan, mendukung berbagai peranti keras tambahan seperti USB, memory card, dan mikrofon eksternal, mempunyai kapasitas hard drive yang besar agar dapat memfasilitasi penyimpanan banyak data, serta dibekali dengan layar monitor yang dapat menampilkan grafis yang halus dan senyaman mungkin bagi mata. Tapi selain itu, notebook tersebut pun seyogyanya berbobot ringan dan berbodi ramping.

Nah, notebook yang seperti itu haruslah yang berkategori ultrabook, yaitu notebook nan ramping, ringan, berukuran tidak terlalu besar, tapi serba canggih. Namun, tidak semua ultrabook sanggup memenuhi semua keinginan dan ekspektasi tinggi kita. Tetapi, ultrabook terbaru dari Samsung bisa. Ultrabook terbaru itu adalah Samsung New 5 Series Ultra dan Samsung 7 Series Ultra.


Berikut selengkapnya rincian tentang kedua ultrabook terbaru Samsung tersebut.



Samsung New 5 Series Ultra

Kita mulai dari penampilan luarnya terlebih dulu. Ultrabook terbaru Samsung 5 Series Ultra ini berukuran panjang 315,1 mm, lebar 218,9 mm, dengan ketebalan 14,9 – 17,6 mm, menjadikannya terlihat ramping, dan juga tidak terlalu besar tapi tidak terlalu kecil pula. Bobotnya pun relatif sangat ringan dibandingkan notebook-notebook lain yang berukuran sama, hanya 1,49 kg bila harddisk-nya SSD atau 1,52 kg bila harddisk-nya HDD. Dengan kerampingan dan keringanan bobot seperti itu, ultrabook terbaru ini amat bersahabat untuk dibawa-bawa ke mana saja.
Ukuran Samsung 5 Series Ultra

Casing-nya berbahan cool metallic aluminium dan berwarna titan silver, membuatnya terlihat profesional. Bagian bawahnya dari fiberglass sehingga ringan namun tetap berketahanan tinggi dalam penggunaan serta terhadap kerusakan karena bahan ini melindungi sang notebook dari benturan kala sedang dibawa-bawa.
Casing Samsung 5 Series Ultra
Bagian bawah Samsung 5 Series Ultra
Di sisi bodi sebelah kiri terdapat port-port DC-in, LAN RJ45, USB 3.0, HDMI, headphone out/mic-in combo, dan VGA adapter. Sementara di sisi kanan terdapat 2 port USB 2.0 dan satu slot 4-in-1 multimedia card reader untuk SD Card. Berarti, ultrabook terbaru Samsung 5 Series ini memadai untuk dihubungkan dengan perangkat keras eksternal lainnya, yang berarti pula mempercepat dan mempermudah pekerjaan yang datanya berasal dari banyak alat penyimpanan data lainnya, serta juga memungkinkan untuk digunakan bersama dengan komputer-komputer lain dalam satu jaringan, dan memudahkan juga untuk merekam audio dan mendengarkannya secara privat.
Port Samsung 5 Series Ultra


Kini kita buka dan nyalakan Samsung 5 Series Ultra ini. Dan kita akan dapati waktu booting yang cepat, hanya 20 detik, sehingga waktu kita menjadi efisien, apalagi saat sedang terburu-buru. Bukan hanya itu. Ultrabook terbaru Samsung ini juga hanya butuh 2 detik untuk kembali on dari keadaan sleep mode, sehingga, lagi-lagi, mengefisiensi waktu, tidak bikin stres akibat leletnya waktu start. Juga, apabila kita browse internet dari ultrabook terbaru Samsung 5 Series ini, halaman situs web yang sering kita buka akan membuka 2 kali lebih cepat. Benar-benar mengefisienkan waktu dan perasaan, bukan?
Waktu kita membuka dan menyalakan laptop, tentu yang termasuk paling pertama kita perhatikan adalah layarnya, benar? Nah, Samsung 5 Series Ultra memiliki layar monitor LED 300 nit berukuran 13,3 inch HD (1.366 x 768), plus berteknologi Image Enhancer, Super-Bright, dan Anti-Reflective. Teknologi Image Enhancer menjadikan tampilan menjadi lebih jelas sehingga mata tidak akan cepat lelah bila berlama-lama menatap layar. Teknologi Super-Bright membuat keterangan monitor menjadi 50% lebih cerah, dan ini juga membantu mata agar tidak cepat penat. Sedangkan teknologi Anti-Reflective membuat tampilan tetap terlihat jelas meskipun kita melihatnya kala sedang berada di udara terbuka dengan sinar matahari yang menyorot terik. Lagipula, layar HD ultrabook terbaru Samsung yang didukung kartu grafis Intel HD Graphics 4000 ini membuat segala sesuatu yang tampil di layar menjadi lebih tajam dan jelas berkat area tampilan yang lebih luas, menjadikan tiap detil gambar dan teks dari foto, gambar, film, dan game dapat kita nikmati dengan lebih maksimal.
Layar Samsung 5 Series Ultra
Hal kedua yang kita perhatikan saat membuka laptop adalah keyboard-nya. Bagaimana dengan ultrabook terbaru Samsung ini? Tentu, keyboard-nya cantik, bergaya island-type, lengkap dengan touchpad untuk navigasi/sebagai mouse, mengesankan keeleganan yang tinggi, juga bagi penggunanya.
Keyboard dan pad Samsung 5 Series Ultra


Sekarang kinerjanya. Kinerja sebuah notebook amat bergantung pada spesifikasi hardware-nya.
Pertama-tama yang patut kita perhatikan adalah daya tampung hard disk-nya. Nah, Samsung 5 Series Ultra berbekalkan hard disk S-ATA II Slim Hard Drive berkapasitas besar, yakni 500 GB, yang juga mempunyai express cache sebesar 24 GB. Hard drive sebesar itu memungkinkan kita menyimpan file-file yang berukuran besar, karena itu, kita bisa lebih banyak mengoleksi dan menikmati film dan game favorit, menyimpan lebih banyak foto-foto kenangan, dan menyimpan lebih banyak juga data-data dan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan pekerjaan maupun yang bersifat pribadi.
Kini soal kecepatan. Ultrabook terbaru Samsung 5 Series didukung prosesor Intel Core i3 3217U (1,80 GHz, 3 MB L3 Cache) dengan chipset Intel HM76. Memori RAM-nya adalah DDR3 on-board 4 GB (1.600 MHz), yang bisa di-upgrade karena adanya 1 soket SODIMM. Betul-betul kombinasi yang akan membawa kita dan data yang kita akses ngebut sekencang-kencangnya. Tidak usah lagi kuatirkan pengaksesan yang lemot akibat kelebihan muatan saat kita mengerjakan beberapa tugas atau membuka beberapa program sekaligus secara bersamaan.
Semua itu didukung oleh OS Windows 8 (64-bit) dan berbagai software termutakhir lainnya, seperti PowerDVD untuk memutar film dan musik dan Norton Internet Security demi keamanan berselancar di internet. Belum lagi kemampuan networking hasil dari kerja Intel Centrino Advanced-N 6235, 2x2, 802.11 abg/n (hingga 300 MBps) dengan Widi Support, ditambah juga dengan Bluetooth V4.0 dan Gigabit Ethernet [10/100/1.000]. Pokoknya, pekerjaan dan hobi apapun terfasilitasi secara cepat dan aman.
Dan masih juga dilengkapi dengan speaker yang stereo (2W x 2), mikrofon internal, dan webcam HD berkapasitas 1,3 Megapixel. Semua ini makin mendukung lagi kenyamanan kita dalam beraudio-video ria, apalagi bisa ditingkatkan lagi bilamana kita pasangkan headphone atau mikrofon eksternal.

Namun, dengan kinerja dan tampilan seperti itu, apakah baterai tidak akan cepat jebol jadinya? Tidak. Ultrabook terbaru Samsung ini memiliki baterai 4 cell yang tahan selama 7 jam. Kelangsungan hidupnya pun mencapai 1.500 cycles/3 tahun. Dengan kata lain, kita bisa dengan tenang mengerjakan segala pekerjaan dan melakukan aktivitas menyenangkan lainnya tanpa harus cemas akan sebentar-sebentar terputus di tengah jalan. Dan kita juga bisa menghemat biaya karena tak usah segera membeli baterai baru.
Lama kelangsungan hidup baterai Samsung 5 Series Ultra


Kesimpulannya, ultrabook terbaru dari Samsung, yaitu 5 Series Ultra, ini sangat memenuhi syarat ekspektasi kita akan komputer yang mendukung pekerjaan kita, membantu kita bersenang-senang, dan mudah diajak ke manapun kapanpun kita mau, selain juga berdaya tahan tinggi dan, karena itu, ramah lingkungan.

Apakah ultrabook terbaru Samsung yang satu lagi, 7 Series Ultra, juga sama mumpuninya? Akan kita lihat.

Samsung 7 Series Ultra

Secara penampilan luar, ada kesamaan antara ultrabook terbaru Samsung yang satu ini dengan saudaranya yang 5 Series, yakni sama-sama berbahan aluminium casing-nya, hanya saja, Samsung 7 Series Ultra ini berwarna bare metal. Tapi sama kerennya. Memang, dari segi ukuran, 7 Series lebih besar daripada 5 Series, namun hanya sedikit sekali bedanya. Dengan panjang 324 mm, lebar 224 mm, dan tebal 17,5 mm, ultrabook terbaru Samsung yang ini tetap saja ramping dan enak dibawa-bawa, sebab perbedaan sekian milimeter saja dengan saudaranya yang 5 Series takkan terasa. Apalagi kalau dibandingkan dengan notebook-notebook lain. Justru bobotnya malah lebih ringan lagi: 1,46 kg.
Casing Samsung 7 Series Ultra
Ukuran Samsung 7 Series Ultra
Port-portnya juga mirip-mirip dengan yang ada di 5 Series Ultra. Pada bodi sebelah kiri ada port-port DC-in, LAN RJ45, HDMI, USB 3.0, headphone out/mic-in combo, dan mini VGA adapter. Di sisi kanan terdapat 1 slot 3-in-1 multimedia card reader, 2 port USB 2.0, dan sebuah Slim Security Slot.
Port Samsung 7 Series Ultra


Monitor ultrabook terbaru Samsung yang satu ini bahkan lebih hebat lagi. Selain dilengkapi teknologi Anti-Reflective dan Super-Bright, resolusi layar 13,3 inch ini pun lebih besar, yakni Full HD (1.920 x 1.080), dan tingkat kecerahannya pun lebih tinggi: 350 nit, 75% lebih terang ketimbang notebook lain. Apalagi disokong kartu grafis AMD Radeon HD 8570M yang dilengkapi memori grafis gDDR3 sebesar 1 GB. Jadi, secara visual, 7 Series Ultra ini sungguh mengagumkan dan nyaman.
Layar Samsung 7 Series Ultra
Keyboard Samsung 7 Series bermodel sama dengan 5 Series, island-type, cuma dengan warna yang berbeda (backlit keyboard). Pad-nya juga berbeda, yakni berupa clickpad. Namun, secara estetika, semua itu sama cantiknya dengan 5 Series.
Keyboard dan pad Samsung 7 Series Ultra


Secara keseluruhan, kinerja kedua ultrabook terbaru Samsung tidak berbeda. Beberapa perbedaan hardware tidak membuat keduanya jomplang. Adapun beberapa yang berbeda dari Samsung 7 Series adalah sebagai berikut. Hard disk 7 Series Ultra adalah berupa Solid-state Drive dengan kapasitas sebesar 128 GB. Ultrabook terbaru Samsung yang ini diperlengkapi dengan prosesor Intel Core i5 3337U (1,8 GHz, 3 MB L3 Cache) yang ber-chipset Intel HM76, prosesor yang berteknologi Turbo Boost, yang memungkinkan proses browsing dan pekerjaan lain terkait dokumen, musik, video, dan game dapat dilakukan secara jauh lebih singkat lagi bahkan ketika dikerjakan dalam waktu bersamaan.
Sementara itu, hal-hal lainnya sama dengan yang dipunyai 5 Series Ultra, baik dari segi memori dan hardware pelengkap lain, maupun dari segi software dan baterai.

Maka, kesimpulannya, kedua ultrabook terbaru dari Samsung, apakah itu 5 Series Ultra ataupun 7 Series Ultra, amat sangat memuaskan kita, sebab dapat memberikan segala yang kita harapkan dari sebuah komputer/laptop.