Minggu, 27 September 2015

CitraRaya Tangerang, Pemukiman Ideal tanpa Sesal!

Dalam mencari rumah, kita tak asing dengan kriteria: "Lokasi, lokasi, dan lokasi!" Diulang sampai tiga kali mungkin untuk menegaskan pentingnya lokasi. Tetapi, mungkin juga karena dalam sebuah pemukiman, ada tiga hal tertentu yang lokasinya harus strategis. Mari kita asumsikan, apa saja ketiga hal itu.

Pertama, kondisi alam. Kedua, konektivitas-aksesibilitas. Ketiga, fasilitas penunjang kehidupan.

Dan ketiganya dipunyai Perumahan CitraRaya Tangerang!

CitraRaya, yang dibangun dan dikelola oleh Grup Ciputra dengan konsep Kota Nuansa Seni dan Eco Culture City, berada di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Daerah ini bebas dari banjir. Manajemen CitraRaya menjaga agar alam tetap "ramah" dengan membuat beberapa danau buatan untuk menampung hujan dan aliran sungai-sungai kecil. Jadi, kemungkinan terjadinya banjir lebih diperkecil lagi. Danau-danau tersebut rutin dibersihkan dan dikeruk.

Secara konektivitas-aksesibilitas, CitraRaya dilalui Jalan Raya Serang (gerbangnya ada di Km.14) yang menghubungkan Kota Tangerang dan Kota Serang. Berdekatan dengan CitraRaya, ada tiga gerbang Tol Jakarta – Merak yang bermuara di Jalan Raya Serang: gerbang Bitung, Cikupa, dan Balaraja. Jadi, bukan cuma akses ke Kota Tangerang dan Serang yang dipermudah, tapi akses ke Jakarta pun demikian! Jalan Raya Serang dilalui angkutan-angkutan umum untuk banyak jurusan, terdiri dari angkot, bus sedang, sampai bus besar. Tapi, manajemen CitraRaya sendiri juga menyediakan kendaraan pengumpan/feeder Trans-CitraRaya yang beroperasi setiap hari, termasuk hari libur, dari pagi hingga malam hari, berupa bus besar untuk jurusan dari dan ke Jakarta, serta mikrobus untuk jurusan dari dan ke Tangerang Selatan.
Gerbang CitraRaya di waktu siang (Sumber: http://www.citraraya.com)
Gerbang CitraRaya di malam hari (Sumber: www.citraraya.com)
Bus feeder Trans-CitraRaya (Sumber: www.citraraya.com)

Dari segi sarana-prasarana penunjang kehidupan, CitraRaya bisa dikatakan memiliki segalanya!
-          Di ujung utara, sekitar seratus meter dari gerbang utama dan "bersentuhan" langsung dengan CitraRaya, terdapat pasar rakyat, yakni Pasar Cikupa. Di bagian selatan kompleks, ada Citra City Market, pasar rakyat yang didirikan manajemen CitraRaya sendiri. Tetapi, selain kedua pasar tersebut, bertebaran aneka tempat penyedia kebutuhan harian: bahan makanan, bumbu-bumbu, pakaian, perabotan, dan lain sebagainya; mulai dari skala toko perorangan dan minimarket, supermarket, hingga hipermarket.
-          Khusus untuk kuliner, selain rumah-rumah makan dari berbagai jenis masakan (masakan padang, tionghoa, jawa, sunda, dan seterusnya) yang banyak tersebar di dalam kompleks, juga ada satu area khusus bernama CiFFest (CitraRaya Food Festival) yang terletak tak jauh dari gerbang depan, di mana di dalamnya ada outlet-outlet waralaba restoran besar.
Suasana di CiFFest (Sumber: www.citraraya.com)
-          Untuk melayani masalah kesehatan, di CitraRaya terdapat banyak klinik dan apotek, ditambah satu rumah-sakit, yakni Ciputra Hospital.
Ciputra Hospital (Sumber: www.citraraya.com)
-          Dari segi pendidikan, baik di dalam kompleks CitraRaya sendiri maupun di Jalan Raya Serang, terdapat banyak sekolah, mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) bahkan juga perguruan tinggi; serta tak sedikit pula tempat les pelajaran sekolah dan kursus beragam keterampilan.
-      Dalam hal ibadah, di dalam maupun di luar area CitraRaya, terdapat banyak tempat ibadah untuk beragam agama. Khusus yang beragama Kristen Protestan, ada Kompleks Gereja Bersama di Jalan Boulevard Timur.
-          Untuk urusan olahraga, wisata, dan hiburan, CitraRaya boleh dibilang menyediakan banyak fasilitas, sehingga layak disebut sebagai pusatnya wisata Tangerang! Terutama di satu area, di mana olahraga, wisata, dan hiburan terintegrasi menjadi satu, yaitu di area MardiGras, CitraRaya SportClub, dan CitraRaya WaterWorld, tiga kawasan yang seperti kembar-siam. Bukan hanya itu, taman dan ruang terbuka hijau sangat banyak dan luas di CitraRaya.
CitraRaya WaterWorld (Sumber foto: www.citraraya.com)
-          Danau-danau buatan di CitraRaya juga dipakai sebagai obyek wisata (karena salah satu danau terletak di area wisata MardiGras-SportClub-WaterWorld), sekaligus juga sebagai sumber air bagi warga, dialirkan melalui pipa-pipa ledeng ke semua rumah dan gedung. Tak perlu kuatir sebab air itu telah diolah secara ketat sehingga saat masuk ke semua rumah dan bangunan, telah cukup aman untuk dikonsumsi!
-          Soal lapangan kerja dan peluang usaha, Jalan Raya Serang adalah sentra industri, banyak pabrik berdiri di sana. Dan dampaknya, di CitraRaya sendiri lalu tumbuh subur perbankan dan bisnis lainnya karena memang dibutuhkan untuk menunjang industri di kawasan tersebut. Sehingga, pada gilirannya, makin banyak lagi barang dan jasa yang diperlukan dengan adanya perbankan dan perkantoran itu!
-          Layanan pengangkutan dan pengelolaan sampah benar-benar tersistem dengan manajemen yang sangat bagus dan modern! Tiap hari truk-truk armada pengangkut sampah berkeliling ke seluruh pelosok CitraRaya, bahkan pada hari-hari besar seperti Idul Fitri! Dan kemudian sampah-sampah tersebut sebagian besar didaur-ulang, sisanya diolah menjadi pupuk.

Dengan semua kondisi tersebut, sudah jelas, Perumahan CitraRaya Tangerang memiliki nilai strategis lokasi yang ideal sehingga takkan mungkin ada kata "sesal" kalau memiliki rumah di situ! Segera saja lihat keterangan lengkap dan detailnya di www.citraraya.com untuk menguatkan niat Anda! Atau, lebih baik lagi, datang langsung ke kantor pemasarannya di Jalan CitraRaya Boulevard, sekalian survei lokasi. Masih banyak rumah tersedia, karena CitraRaya tengah mengembangkan cluster-cluster baru yang semuanya berisi rumah nyaman!

Senin, 20 April 2015

ASUSPRO BU201LA, PC Notebook untuk Bisnis yang Kredibel dan Prospektif

Jika kita berbisnis, bisnis kita tak akan optimal apabila kita sebagai pelaku bisnis, dan bisnis yang kita jalankan itu sendiri, tidak mumpuni. Alias tidak berkompeten. Pula, keoptimalan itu akan berkurang kalau kita tidak bisa dipercaya. Baik karena kita tidak mampu memegang komitmen dan menjaga kepercayaan lantaran sering tidak tepat waktu, atau kerap mengingkari janji, atau produk yang kita serahkan ke konsumen berbeda dengan yang kita tawarkan atau iklankan. Maupun karena kita, cara kita berbisnis, dan produk yang kita tawarkan nampak seolah tidak menunjukkan tanda-tanda mengikuti perkembangan zaman (atau, dengan kata lain, kuno, ketinggalan zaman, tidak aktual).

Bilamana sudah tidak optimal lagi, bisnis yang kita geluti itu sulit untuk dapat bertahan. Apalagi berkembang dan menjadi lebih maju. Singkatnya, kurang (atau bahkan: tidak) mempunyai prospek.

Tentu, itu tidak kita kehendaki. Kita mengharapkan bisnis kita lancar dan maju. Untuk itu, kita mesti mengoptimalkan diri kita dan bisnis kita itu dengan cara menjadikan keduanya kredibel. Kredibel berarti berkompeten. Becus dalam bekerja. Cakap menangani permasalahan. Selain itu, kredibel juga berarti dapat dipercaya. Bisa diandalkan. Kinerja dapat dipertanggungjawabkan. Hasil dapat dijamin memuaskannya. Hanya dengan memiliki kredibilitas tinggi sajalah kita dan bisnis kita dapat menjadi prospektif. Ada masa depan yang cerah.

Salah satu cara yang paling utama untuk meningkatkan kredibilitas dan prospek bisnis ialah dengan memiliki perangkat kerja yang juga kredibel dan prospektif. Yakni perangkat kerja yang dijamin mampu memberikan bantuan dan kemudahan bagi kita dalam menjalankan bisnis. Juga mampu dipergunakan menghadapi tantangan dan problematika seberat apapun dalam jangka panjang, karena sanggup menghadapi karakteristik tantangan dan permasalahan yang berubah-ubah sesuai dinamika zaman.

Salah satu perangkat kerja paling utama untuk bisnis pada masa sekarang ini adalah komputer atau PC (Personal Computer). Utamanya, PC notebook, atau yang biasa kita sebut laptop.

Dan PC notebook yang kredibel dan prospektif itu adalah ASUSPRO BU201LA.

Apa kelebihan ASUSPRO BU201LA ini sehingga pantas disebut sebagai komputer notebook yang kredibel dan prospektif?

Mari kita lihat dulu spesifikasinya.

ASUSPRO BU201LA dan beberapa fitur


Spesifikasi ASUSPRO BU201LA

  1. Ukuran panjang x lebar x tebal: 310 x 215 x 12,9–20,6 mm, dengan bobot 1,27 kg.

  1. Body yang bermodel one-piece, dengan finishing matte berwarna gelap.

  1. Engselnya memungkinkan laptop dapat dibuka hingga 180 derajat.
    ASUSPRO BU201LA dapat dibuka sampai vertikal

  1. Dipersenjatai prosesor generasi terbaru dari Intel Core (Intel Core i7 atau, sedikitnya, i5) yang berteknologi Intel vPro dan dilengkapi juga dengan Intel Active Management Technology (AMT).

  1. Menggunakan sistem pengoperasian (operating system) mulai dari Windows 7 Profesional sampai Windows 8.1 Pro.

  1. Mempunyai memori DDR3L SDRAM yang bisa di-upgrade sampai dengan 12 GB.

  1. Monitornya berupa layar LCD (dengan penutup berkonstruksi serat karbon UD) dengan ukuran 12,5 inci, dilengkapi teknologi IPS dan anti-silau, dengan resolusi Full High Definition (FHD) 1.920 x 1.080.

  1. Grafisnya Intel Iris HD Graphics 5000 atau Intel HD Graphics 4400.

  1. Selain mempunyai touchpad, berjarak 50 mm di atasnya juga ada point-stick berbentuk kubah kecil dari The Sense Point (tepatnya, terdapat di antara tombol “G” dan “H” serta di atas tombol “B” pada keyboard) yang fungsinya mirip mouse.
    Touchpad (bawah) dan point-stick The Sense Point (atas) ASUSPRO BU201LA

  1. Keyboard-nya bermodel backlit, dengan ukuran masing-masing tombol 19,05 mm dan mempunyai celah antar-tombol berkedalaman 2 mm, dan juga memiliki beberapa tombol dengan fungsi khusus, yakni untuk mempercepat dan mempermudah akses ke fitur tertentu yang mengatur beberapa hal, seperti kecerahan layar, keyboard backlight, volume audio, pergantian pemakaian antara touchpad dengan point-stick, dan pengaturan monitor eksternal.
    Keyboard ASUSPRO BU201LA

  1. Dilengkapi hard-disc berkapasitas 500 GB sampai dengan 1 TB.

  1. Terdapat kamera web HD, juga speaker stereo yang sudah terintegrasi pada PC.

  1. Ada penerima WiFi Intel Dual Band Wireless-N 7260AN 802.11 a/b/g/n (2 x 2) atau Intel Dual Band Wireless-AC 7260 802.11 ac (2 x 2), juga Bluetooth versi 4.0 Combo.

  1. Ada 1 jack untuk combo audio dan 1 jack untuk RJ45 LAN.

  1. Terdapat juga 1 slot 4-in-1 card reader dan 1 slot untuk smart card, serta juga dipersenjatai dengan 1 fingerprint reader (pembaca/pemindai sidik jari).
    Pemindai sidik jari pada ASUSPRO BU201LA

    Smartcard reader pada ASUSPRO BU201LA

  1. Pula tersedia 1 port VGA/Mini D-sub 15-pin untuk monitor eksternal, 1 port untuk mini display.

  1. Ada juga 1 port USB versi 3.0, yang dipersenjatai dengan software eksklusif ASUS USB Charger +.

  1. Baterainya adalah baterai internal 2-cell (32 Wh), dengan adaptor pengisi daya 65 W yang dilengkapi ID-pin supaya keterhubungannya menjadi tepat.

  1. Sebuah konektor docking, yang fungsinya adalah untuk menghubungkan notebook dengan perangkat ASUSPRO Ultra Docking Station, yaitu sebuah perangkat docking ASUS, yang dapat diperoleh secara terpisah.
    Notebook ASUSPRO BU201LA pada docking ASUSPRO Ultra Docking Station

  1. Untuk pengamanan perangkat dan data, selain fingerprint reader tadi, juga terdapat slot untuk kunci Kensington dan TPM (Trusted Platform Module), juga BIOS dan hard-disc yang ber-password.

  1. Dilengkapi secara terintegrasi dengan teknologi Wake-on-LAN (WOL).

  1. Juga disediakan software ASUSPRO Business Center.

Keterangan Tambahan dan Keistimewaan Lain dari ASUSPRO BU201LA

  1. Laptop ini ketahanan dan daya tahan bantingnya diuji melalui serangkaian tes ekstra-ketat berdasarkan metode terpercaya dari ASUS, di mana tes-tes tersebut dilakukan dengan pengujian yang melampaui standar militer Amerika Serikat, US MIL-STD 810G, yang meliputi 4 prosedur, yakni:

a.       Tes jatuh yang lebih tinggi, di mana laptop ASUSPRO BU201LA ini dijatuhkan dari ketinggian dua kali lipat dari ketinggian pengujian yang standar untuk laptop;
Tes jatuh dengan ketinggian lebih tinggi
b.        Uji engsel yang lebih berat, di mana engsel laptop ini dibuka-tutup bolak-balik dengan putaran 20.000 kali lebih banyak ketimbang uji standar laptop;
Uji engsel 20.000 kali lebih banyak
c.          Pengujian tekanan secara lebih kuat, di mana laptop ini diberi tekanan 20% lebih besar dibandingkan pada pengujian yang standar bagi laptop;
Pengujian tekan dengan tekanan yang lebih kuat
d.             Uji tumpah pada keyboard, di mana didapati bahwa keyboard ASUSPRO BU201LA ini sanggup membuang lebih banyak cairan yang tertumpah di atasnya daripada keyboard notebook lain.
Uji tumpahan cairan pada keyboard

  1. Dalam rangka menjaga data yang tersimpan tetap aman dari resiko kerusakan apalagi kehilangan, hard-disc dalam laptop ASUSPRO BU201LA ini diberi “perisai” berupa 2 hal. Pertama, berupa rangkaian logam khusus yang menyelimuti hard-disc sebagai pengganjal yang melindungi peranti keras ini melebihi standar umum pada laptop, serta tambahan lain berupa bantalan logam yang mampu menyerap gelombang kejut. Kedua, berupa teknologi G-sensor yang dilengkapi software khusus yang sanggup memprediksi benturan yang datang tiba-tiba dan kemudian secara otomatis mengambil tindakan untuk memperkecil resiko kerusakan hard-disc: suatu sensor yang berupa akselerometer digital 3D dengan 3 tingkat sensitivitas, yaitu off, normal, dan high (tingkat sensitivitas high ini adalah setelan default).

  1. Peranti lunak atau fitur ASUSPRO Business Center yang telah terintegrasi dalam notebook ASUSPRO BU201LA ini selain berfungsi sebagai penjamin keamanan data laptop, juga dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil, yang berdomisili dan bertempat usaha di kota atau daerah di mana tidak ada orang yang ahli dalam bidang teknologi informasi (TI), dalam mencari solusi dan menata pengelolaan bisnis mereka dengan berbasiskan TI.

  1. Fitur Intel AMT dan prosesor yang berteknologi Intel vPro berguna untuk memungkinkan ahli TI melakukan kontrol dan pemeriksaan laptop secara jarak jauh (remote). Dengan begitu, mereka dapat secara optimal mencek, menemukan, dan memperbaiki permasalahan yang mungkin dialami laptop, serta juga melindungi aset dan data komputasi jaringan, sebab tidak harus berhadapan langsung dengan perangkat laptop untuk melakukan itu semua.

  1. TPM merupakan chip hardware yang sudah terintegrasi pada motherboard ASUSPRO BU201LA. Gunanya adalah sebagai pengenkripsi data secara aman sehingga kata sandi dan kunci enkripsi pada data-data sensitif yang harus dilindungi dan dirahasiakan tidak akan mudah dibuka oleh peretas (hacker). Dan ketika difungsikan bersamaan dengan software atau sistem pengamanan lain, apakah yang terdapat dalam BIOS, operating system, atau program aplikasi lainnya, TPM ini memperkuat dan mengoptimalkan perlindungan yang dikerjakan sistem-sistem pengamanan tersebut.

  1. Pemindaian atau pembacaan sidik jari secara elektronik pada ASUSPRO BU201LA, yang berguna memberikan perlindungan ekstra dengan cara identifikasi dan otentikasi pengguna laptop, bekerja menggunakan frekuensi radio (radio frequency/RF), sehingga tidak terpengaruh oleh kondisi kulit dari jari yang disidik. Jadi, biarpun jari yang disidik itu berminyak, kotor, kapalan, kusam, kasar, atau bagaimanapun, tetap saja mampu terbaca.

  1. Apabila pengguna laptop ingin pengamanan yang lebih lagi, pembaca smartcard (smartcard reader) pada ASUSPRO BU201LA dapat dimanfaatkan. Smartcard tersebut bisa dipakai untuk identifikasi dan otentikasi data pengguna, serta juga untuk menyimpan data dan mengelola sistem aplikasi yang dipakai untuk mengoperasikan smartcard itu sendiri.

  1. ASUSPRO Ultra Docking Station adalah sebuah perangkat docking yang disediakan ASUS dan dapat didapatkan secara terpisah, yang manfaatnya adalah sebagai penyedia tambahan secara cepat untuk koneksi-koneksi yang lebih banyak, misalnya untuk perangkat periferal, adaptor, kabel listrik, dan alat-alat komunikasi.

  1. Fitur WOL berfungsi untuk menyalakan laptop yang sedang dalam keadaan mati atau “membangunkan”-nya bilamana kondisinya dalam mode sleep dari jarak jauh dengan menggunakan jaringan LAN atau WAN. Maka, pengguna bisa melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan laptopnya walaupun tidak berada langsung di depan laptop tersebut.

Implikasi dan Kesimpulan

Melihat dari dimensinya, kita bisa menyimpulkan bahwa ASUSPRO BU201LA ini adalah sebuah ultrabook. Notebook yang tipis dan ringan. Itu artinya, laptop ini sangat mobil sekali, mudah dibawa ke manapun, untuk perjalanan bisnis di mana saja, pada kesempatan transaksi kapan saja.

Akan tetapi, ultrabook dari ASUS ini pun sekaligus mematahkan paradigma bahwa yang kecil dan tipis plus ramping itu selalu ringkih. Karena, terbukti dari sekian pengujian yang melampaui standar militer, seperti disebutkan di atas, kalau ASUSPRO BU201LA tersebut bahkan jauh lebih kuat ketimbang laptop-laptop produk lain yang ukurannya lebih besar dan lebih tebal, yang seakan-akan terkesan kokoh.

Belum lagi, tampilannya yang one-piece itu menegaskan bahwa ultrabook ASUS yang satu ini ingin menekankan pentingnya kesederhanaan, mengutamakan agar hanya sesedikit mungkin ada kerumitan dan detail yang tidak perlu.

Kemudian, proteksi berlapis terhadap layar monitor dan, apalagi, hard-disc tempat penyimpanan data memperlihatkan peyakinan bahwa ASUSPRO BU201LA bukan hanya badannya saja yang sangat susah rusak akibat terbentur-bentur (entah selama perjalanan bisnis ataukah saat dalam urusan bisnis yang mendesak kita bergerak cepat dan tergesa-gesa), namun data di dalamnya pun terlindungi sekali, sangat aman dari ancaman korup, terlebih lagi hilang (baik diakibatkan oleh kerusakan hard-disc maupun oleh upaya jahat yang secara sengaja dibuat pihak-pihak lain, seperti peretasan, penularan virus, dan penyebaran malware).

Belum lagi dengan adanya pengamanan pemakaian. Dengan adanya deteksi sidik jari, ditambah lagi dengan smartcard, kerahasiaan dan keamanan data kita di dalam laptop ASUSPRO BU201LA menjadi jauh lebih terjamin. Tidak sembarang orang bisa membuka data tersebut lantaran tidak bisa masuk ke dalam sistem.

Selain itu, seperti barusan disinggung di atas, di kala kita tengah mengalami sedikit kelengahan akibat terlalu sibuk, yang barangkali membuat kita ceroboh sehingga menumpahkan minuman ke atas laptop yang sedang dalam keadaan membuka dan hidup, kita tak perlu cemas bilamana laptop kita itu adalah ultrabook ASUSPRO BU201LA. Karena, sebagaimana telah kita lihat di atas, keyboard laptop ASUS yang satu ini jauh lebih handal membuang cairan yang tertumpah di atasnya. Maka, kerusakan komponen di bawahnya pun amat dapat dihindari.

Dari semua informasi di atas, kita boleh berkesimpulan, ASUSPRO BU201LA ini sangat teruji kredibilitasnya. Sebab, tidak hanya kinerjanya dijamin amat memuaskan. Laptop ini pun sangat membantu agar kinerja bisnis kita sendiri bisa menjadi sangat kredibel.

Pertama, membuat penampilan kita sebagai pebisnis menjadi lebih meyakinkan. Bagaimanapun, penilaian terbesar pertama dari orang luar terhadap diri kita adalah terhadap penampilan kita. Dalam banyak kasus, penampilan yang meyakinkan akan memudahkan klien dan partner bisnis dalam mengambil keputusan untuk mau bekerja-sama dengan kita.

Kedua, kita dapat melakukan bisnis di manapun dan kapanpun dengan beban bawaan dan beban pikiran yang amat sangat diringankan. Ditambah lagi, dukungan dari fitur-fitur Intel AMT dan ASUSPRO Business Center, yang membuat kita tetap tenang karena para teknisi TI kita tetap mampu memantau keoptimalan laptop kita, menjaganya dari segala kendala, serta memecahkan semua permasalahan yang mungkin saja timbul. Jadi, bukan saja para pebisnis yang tinggal di daerah yang jauh dari jangkauan dukungan TI saja, tapi pebisnis yang tinggal di kota namun sedang melakukan perjalanan ke daerah seperti itu pun bisa terbantu juga. Artinya, kita bisa bekerja di mana saja dalam situasi yang bagaimanapun. Dengan begitu, pekerjaan kita akan bisa selalu selesai tepat waktu dengan hasil optimal.

Ketiga, bagaimana orang mau mempercayakan uang dan informasi berharganya pada kita kalau aset yang kita punya sendiri saja tidak mampu kita jaga? Jadi, dengan ASUSPRO BU201LA, kita menjadi jauh lebih terpercaya. Data-data transaksi bisnis kita sangat aman. Data-data para klien, nasabah, dan rekanan kita pun benar-benar terjaga.

Dan bukan cuma bisnis kita menjadi kredibel karena ASUSPRO BU201LA, tapi juga menjadi prospektif. Pertama-tama, orang akan mau terus berbisnis dengan kita dalam jangka waktu yang lama, dan bahkan bersedia mengembangkan dan memperdalam kerjasama dan kemitraannya dengan kita. Kemudian, juga karena perangkat kerja kita sendiri, yakni ultrabook ASUS BU201LA ini, sangat berprospek karena tentu saja tahan lama dan awet, sehingga pengeluaran kita menjadi lebih hemat karena tidak perlu sebentar-sebentar memperbaiki, lebih-lebih mengganti, laptop kerja.

-----------------------------------------

Sumber referensi dan ilustrasi gambar: www.asus.com/id

Rabu, 15 Oktober 2014

PLN: Pemasok “Udara dan Air” bagi Teknologi Indonesia

Makhluk hidup, termasuk kita, manusia, memerlukan unsur-unsur esensial, yang mutlak mesti ada, untuk mempertahankan dan menjamin eksistensinya, hidupnya, serta kontinuitas pertumbuhan dan perkembangannya. Unsur-unsur esensial tersebut adalah udara dan air. Nah, teknologi pun mirip makhluk hidup, butuh unsur esensial agar bisa tetap berlangsung, terus berkembang, dan semakin maju. Dan yang menjadi "udara dan air" untuk teknologi adalah listrik.

Sementara itu, teknologi itu sendiri adalah unsur esensial bagi peradaban manusia. Teknologilah satu-satunya indikator kondisi peradaban suatu komunitas populasi. Jika kemajuan teknologi di suatu bangsa mencapai taraf yang luar biasa, maka sangat tinggi peradaban bangsa tersebut, demikian pula berlaku sebaliknya. Dan, kian pesat akselerasi dari kemajuan teknologi tersebut, kian cepat pula peningkatan mutu peradaban masyarakatnya, dan begitu juga sebaliknya.

Memang, suplai yang memadai dari air dan juga oksigen di udara tidaklah serta-merta menjamin bahwa manusia akan lancar-lancar saja kehidupannya, khususnya proses tumbuh-kembangnya. Banyak faktor yang mampu menghambat dan merintangi pertumbuhan dan perkembangan diri kita, sekalipun di sekitar kita udara dan air sangat berlimpah. Akan tetapi, mustahil diri kita bisa bertumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal apabila kita mengalami kekurangan air dan oksigen, terlebih lagi kalau sampai tidak mendapatkannya. Sama halnya dengan teknologi dan listrik. Tidak selalu daerah yang pasokan listriknya cukup, atau bahkan berlebih, pasti maju teknologinya. Namun, kalau daerah yang seperti itu saja belum tentu maju, apalagi yang kesulitan listrik atau aliran pasokan listriknya sering berkendala! Tentulah teknologi masyarakat yang tinggal di daerah bersangkutan tidak maju-maju.

Kasus tersebut kita alami di Indonesia. Banyak hal yang membuat kita tak kunjung juga menjadi negara dan bangsa yang maju. Salah satu penghambat terbesarnya, ya itu, teknologi kita yang tertinggal cukup jauh dari bangsa-bangsa maju. Dan hampir mustahil mengharapkan teknologi kita bisa maju, apalagi dengan kecepatan dan akselerasi perkembangan yang tinggi, apabila suplai listrik di negeri ini masih tersendat-sendat, tidak pasti kelancarannya, lantaran masih sangat sering byar-pet, malah di beberapa daerah listriknya tidak 24 jam menyalanya! Bahkan, beberapa daerah lain justru belum terjangkau listrik sama sekali!

Memang, Perusahaan Listrik Negara (PLN) sendiri, pemasok tunggal listrik di tanah air, masih mengalami banyak kendala teknis dan non-teknis terkait optimalisasi penyuplaian listrik di seluruh wilayah Indonesia hingga ke pelosok dan pedalaman. Tapi, di pihak lain, adalah hak yang tidak dapat ditawar dan dijamin konstitusi dari seluruh warganegara untuk mendapat pelayanan listrik secara baik dan memuaskan dari negara. Tuntutan rakyat untuk bisa menikmati listrik tanpa terputus dengan harga murah itu wajar. Terlebih karena rakyat merasakan juga ketidakadilan: cepat terkena sanksi denda, dan bahkan sampai penalti berupa pemutusan aliran, bilamana terlambat membayar tagihan listrik (bagi para pelanggan yang masih menggunakan sistem pembayaran listrik model lama, yakni dengan membayar tagihan saban bulan). Mana tarif listrik naik terus tiap tahun. Tapi, manakala listrik sering mati, tidak satupun kompensasi yang diterima. Pada saat bersamaan, sudah semaksimal bagaimanapun upaya yang dilakukan PLN, listrik yang disediakannya, berikut pelayanan terhadap konsumennya, masih tetap jauh dari memadai. Sehingga, kesannya, PLN tidak menjalankan kewajibannya terhadap rakyat dengan baik. Sebab, PLN pun serba terbatas sumber dayanya. Tidak bisa sendirian melakukan semuanya. Dukungan dari berbagai pihak, terutama sekali pemerintah, betul-betul dibutuhkan PLN.

Sementara menunggu bantuan, juga kesadaran dan niat baik pemerintah untuk memajukan listrik di negeri ini, apakah tidak ada lagi yang dapat dilakukan PLN untuk menunaikan kewajibannya agar, setidaknya, "penderitaan" rakyat bisa sedikit berkurang? Tentu, seharusnya masih ada.

Nah, melalui tulisan di blog ini, izinkan saya memberi sedikit sumbang pemikiran solutif bagi problematika tersebut.

Pertama, PLN secara proaktif menyediakan dan memasangkan pesawat Uninterrupted Power Supply (UPS) untuk semua pelanggan. UPS tersebut statusnya harus tetap merupakan properti PLN, milik PLN, sebagaimana halnya transformator (trafo) meteran, jadi harus dipasang secara paten dan kemudian disegel pula, tidak boleh dibuka (apalagi sampai dilepaskan) oleh siapapun selain petugas PLN yang beridentitas jelas dan membawa surat tugas resmi. Apabila penyediaan alat UPS itu tidak bisa sekaligus untuk seluruh pelanggan, paling sedikit, diterapkan skala prioritas: jadi, para pelanggan yang paling sering mengalami mati listrik, apalagi dalam waktu lama, adalah yang menjadi prioritas paling utama, dan daerah yang rakyatnya paling parah mengalami hal semacam itu harus didahulukan sebagai sasaran pendistribusian UPS. Tapi, tetap harus diingat, sejatinya UPS tersebut diperuntukkan bagi seluruh pelanggan PLN tanpa terkecuali. Hal ini akan sangat menolong mengurangi kerugian yang diderita masyarakat akibat seringnya aliran listrik padam secara tiba-tiba. Terlebih padam dalam waktu lama. Kita tahu, hampir semua alat elektronik akan lekas rusak bila terputus secara tiba-tiba dari aliran listrik tanpa prosedur yang semestinya untuk mematikan alat. Terutama yang cukup vital bagi bisnis dan keluarga, mahal pula, seperti lemari es, komputer, dan televisi LCD/LED. Bukan itu saja. Kerugian material dalam bentuk lain pun tak sedikit dialami para pelanggan yang mengalami "musibah" seperti itu. Belum lagi kerugian moral dan emosional. Misalnya, seperti yang sedang saya lakukan, yaitu menulis blog ini. Saat saya sudah menulis panjang-panjang tapi belum sempat men-save-nya ke hard disc komputer, data yang sudah capek-capek saya ketik ini akan lenyap begitu saja bilamana listrik tahu-tahu mati! Dengan adanya UPS selaku alat penyimpan cadangan energi listrik terbatas, kita bisa punya cukup waktu setidaknya untuk mematikan alat-alat elektronik kita melalui prosedur yang semestinya, serta untuk menyimpan data yang sedang kita input. Jadi, setiap kali aliran listrik dari PLN mendadak mati, UPS itu akan mengeluarkan bunyi peringatan yang cukup keras untuk mengingatkan pelanggan agar segera mematikan alat-alat yang sedang digunakan. Dengan demikian, akan sangat besar kerugian yang bisa dicegah, bukan? Tapi, harus diingat, UPS tersebut haruslah dibagikan gratis. Kalau tidak, manfaat dari UPS tersebut bukannya terasa, tapi malah terkesan sebagai akal-akalan PLN dan pemerintah saja untuk cari duit dan cari untung lebih besar lagi!

Meskipun kerugian material dan emosional bisa banyak dikurangi dengan adanya UPS, tetap saja hak rakyat masih terlanggar dengan masih terjadinya pemadaman listrik secara sepihak, lebih-lebih kalau terjadi tiba-tiba tanpa pemberitahuan dan sosialisasi masif sebelumnya. Sebab, bagaimanapun, sebagaimana sudah kita lihat di atas, hak rakyat adalah untuk mendapatkan layanan penyediaan listrik yang tanpa terputus sama sekali, aman, dan harganya terjangkau, serta untuk mendapat pelayanan-pelayanan lain dari PLN di luar soal keterjaminan aliran listrik. Maka, usul saya yang kedua adalah supaya PLN secara gencar dan intensif melakukan blusukan, turun ke semua kampung atau RW (Rukun Warga) di seluruh tanah air. Untuk apa? Dalam rangka: pertama, mencari tahu sumber daya apa yang dimiliki dan tersimpan sebagai potensi di kampung atau RW bersangkutan, yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik; kedua, sesudah mendapati sumber daya yang dicari, melibatkan masyarakat untuk ikut berperan (sembari juga mendidik masyarakat agar kelak, cepat atau lambat, bisa secara swadaya) menyediakan sarana dan infrastruktur pengubah energi dari sumber daya tersebut menjadi energi listrik dengan keluaran watt yang tidak usah besar, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat kampung atau RW tersebut saja. Umpamanya, di suatu kampung di desa tertentu, sepanjang hari angin kencang bertiup, andai saja di situ dibangun kincir-kincir angin, sangat mungkin bisa dihasilkan energi listrik yang mencukupi bagi seluruh kampung. Sementara, di tempat lain di Nusantara, ada sebuah RW di suatu kota, di mana penduduknya cukup banyak dan padat, sehingga sampah yang dihasilkan pun lumayan besar tiap harinya, dan sebenarnya sampah-sampah itu bisa diolah untuk menghasilkan energi listrik; apalagi kalau masyarakat diedukasi dan diberdayakan untuk membentuk bank sampah, lalu membuat alat pemilah dan pengolah sampah, serta kemudian juga membuat alat untuk menghasilkan energi listrik dari sampah-sampah yang telah dipilih dan diolah itu; maka, niscaya, pasokan listrik di RW itu akan terjamin lancar terus. Lagipula, merata di seluruh tanah air kita, sinar matahari bersinar sepanjang tahun, dan bilamana di seluruh kampung dan RW tersedia panel pembangkit listrik tenaga surya, betapa terhindarnya kita dari "dosa" membiarkan sumber daya melimpah terbuang mubazir! Silakan PLN dan pemerintah mengkalkulasi, mana yang membutuhkan biaya lebih besar: menjalankan metode yang saya sarankan barusan ataukah membangun pembangkit-pembangkit listrik berskala raksasa yang baru. Kalaupun metode yang saya usulkan itu lebih besar ongkosnya, namun tingkat kesulitan dan kerumitannya jauh lebih rendah sehingga dapat lebih cepat direalisasikan. Dan rakyat pun tidak usah menunggu-nunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan listrik yang terus menyala tanpa ancaman padam sewaktu-waktu, tidak perlu menderita lebih lama lagi akibat semakin banyaknya alat elektronik yang jadi korban, kian banyaknya emosi terkuras, dan makin banyaknya pekerjaan yang terbengkalai gara-gara listrik yang tidak bisa diandalkan. Anak-anak yang masih bersekolah di daerah yang (tadinya) krisis listrik pun bisa belajar pada malam hari karena sudah tersedia penerangan di rumah mereka. Tapi, keuntungan yang tak dapat dihitung namun sangat bermakna adalah bangkitnya pengetahuan masyarakat akan manfaat dan segala seluk-beluk listrik, termasuk bahayanya apabila terdapat penyalahgunaan dan penggunaan yang tidak tepat. Juga, bangkitnya rasa memiliki di hati rakyat terhadap aset negara yang vital semacam pembangkit listrik, sehingga pasti tumbuh pula rasa tanggung jawab seluruh pihak untuk menjaga dan memeliharanya.

Akan tetapi, pembangkit-pembangkit listrik penghasil daya ribuan mega-watt pun tetap diperlukan dan masih harus dibangun untuk memenuhi kebutuhan industri besar. Ini memang sudah merupakan proyek reguler PLN. Nah, ide saya yang ketiga berhubungan dengan hal ini. Kalau selama ini kendala yang dihadapi pemerintah dan PLN adalah soal keterbatasan sumber daya finansial, selain mengandalkan investor, dalam negeri maupun (terutama) asing, mengapa tidak dirancang saja sistem franchise (waralaba) untuk menggalang banyak sekali pihak sebagai rekanan penyelenggara pembangkit listrik? Tinggal dibuat saja regulasinya agar menguntungkan semua pihak, baik negara (dalam hal ini, PLN) sebagai franchiser maupun pihak swasta selaku franchisee, serta merangsang supaya yang menjadi franchisee sebanyak mungkin adalah swasta dari kalangan anak negeri kita sendiri dan membatasi jumlah kalangan asing yang memegang hak waralaba itu. Kalau bisa, dan memang sudah semestinya, seratus persen yang menjadi franchisee ialah orang Indonesia. Bukan saya anti-asing dan menganjurkan semangat anti-asing. Namun, listrik adalah sesuatu yang esensial dan menyentuh hajat hidup orang banyak. Dan, sesuai konstitusi kita, UUD '45 pasal 33, cabang-cabang produksi semacam itu harusnya memang dikuasai negara, sehingga satu-satunya pihak yang layak diserahi pembagian tanggung jawab mengelolanya adalah rakyat dan warganegara Indonesia sendiri. Jadi, pembangkit-pembangkit listrik yang dibangun itu tetap memakai nama PLN, jadi listrik yang dihasilkannya pun tetap dianggap sebagai produk PLN. PLN pun bertanggung jawab atas standardisasi mutu sarana, infrastruktur, produksi, distribusi, produk, dan layanan kepada pelanggan. Juga bertanggung jawab atas penyediaan tenaga ahli dan auditor. Sedangkan tanggung jawab pihak pemegang hak waralaba (franchisee) adalah menyetorkan dana untuk membeli hak waralaba selama jangka waktu tertentu serta untuk pengadaan sarana, infrastruktur, dan peralatan, menyiapkan lahan yang akan ditempati pembangkit, serta merekrut dan menggaji tenaga pekerja lapangan. Adapun hak franchisee adalah untuk mencari klien yang hendak dipasangkan listrik dari pembangkit mereka, serta untuk menerima seluruh uang pembayaran biaya pemasangan dan uang penjualan pulsa listrik. Akan tetapi, tarif listrik di seluruh Indonesia tetap wajib dipatok, dan hanya pemerintah (PLN) yang punya hak untuk menetapkannya. Franchisee sama sekali tidak boleh mengutak-atik dan bermain di ranah ini. Maka, dengan sistem waralaba ini, kebutuhan dan kepuasan segala lapisan masyarakat akan listrik dapat segera terpenuhi seoptimal mungkin, aset negara yang menguasai hajat hidup publik tetap aman di tangan rakyat kita sendiri, pemerintah (PLN) pun menjadi sangat diringankan dari beban finansial, dan lapangan kerja serta peluang usaha pun bakal lebih banyak terbuka.

Kalau semua itu dapat direalisasikan dan berjalan bagus, insyaallah PLN akan sangat berjasa menjadikan kemajuan jauh lebih mungkin untuk dicapai oleh Indonesia, karena "udara dan air" bagi teknologi sudah disediakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini secara adekuat.