Kamis, 27 Oktober 2016

Karena Aku Hidup di Hari Ini dan untuk Hari Depan, Kupilih B.C.A.


#MyBCAexperience #InovasiBCA

Fakta memang tidak bisa dibantah. Kita hidup di hari ini. Kita juga pasti berharap dapat terus melanjutkan hidup sampai tua. Jadi, dengan kata lain, kita mengharapkan hidup di masa depan pula. Akan tetapi, fakta juga mengatakan, banyak dari kita yang hidup di masa lalu. Untuk masa lalu. Terjebak pada masa lalu. Sebagai contoh, kalau kita tidak memanfaatkan zaman dan perkembangannya, itu berarti kita membiarkan diri kita dipenjarakan oleh masa lalu. Jangan salah tanggap juga. Bukan artinya kita boleh menjadi korban zaman. Terbawa arus zaman. Diperbudak oleh zaman. Bukan itu yang benar. Melainkan, kita harus tetap menjadi tuan atas diri kita sendiri dan atas zaman di mana kita hidup. Jadi, adalah kewajiban kita untuk memperhamba zaman bagi kehidupan diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, bangsa kita, dan dunia tempat kita tinggal. Jikalau kita tidak memanfaatkan zaman di mana kita hidup, maka itu artinya kita melalaikan kewajiban kita terhadap diri, keluarga, lingkungan, bangsa, dan dunia kita. Sekaligus, terhadap Tuhan.

Oleh sebab itu, aku pun berusaha seoptimal mungkin memanfaatkan segala yang disediakan oleh zaman, bukan hanya untuk meningkatkan kualitas hidupku, melainkan juga kualitas hidup keluargaku, lingkunganku, dan Indonesia-ku. Salah satu ciri khas dari kemutakhiran zaman kita saat ini adalah sedemikian majunya teknologi digital dan elektronik. Tidak saja matra komunikasi dan informasi saja yang dirambah, dipercanggih, dan dipermudah oleh teknologi digital dan elektronik, matra sosial-perekonomian pun demikian. Transaksi sekarang ini serba elektronik dan digital. Serba non-tunai. Serba terkomputerisasi. Dengan begitu, banyak sekali proses kehidupan kita yang bisa sangat dipersingkat waktu pelaksanaan prosedurnya. Membayar tagihan dan membayar apapun sekarang bisa secara elektronik. Membeli dan memesan apapun juga. Malahan, banyak di antaranya yang dapat kita lakukan bahkan tanpa keluar rumah. Karena itulah, aku tidak ingin kelewatan satupun dari semua itu. Sebab, dengan banyak menghemat waktu semacam itu, lebih banyak lagi waktu untukku melakukan hal lain yang produktif namun yang sekaligus juga kusukai. Seperti menulis, membaca, berdiskusi dengan banyak kalangan, dan bercengkerama dengan keluarga serta orang terkasih. Atau kegiatan-kegiatan lainnya lagi yang serupa. Sambil membayangkan, bila pada hari-hari ini saja, aku sudah cukup dapat merasakan meningkatnya kualitas hidupku, keluargaku, dan lingkunganku dengan kemajuan teknologi, apalagi di masa depan.

Yang tidak boleh dilupakan juga adalah bahwa masa depan itu identik dengan kesadaran. Pertama, kesadaran akan pentingnya keterbukaan, kejujuran, dan transparansi, yang mana semua itu merupakan tuntutan dari kredibilitas dan akuntabilitas diri kita sendiri. Kedua, kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Bentuk paling utama dari realisasi tindakanku memanfaatkan zaman dan teknologinya demi perbaikan mutu hidupku dan orang-orang di sekitarku adalah dengan memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan Bank Central Asia (B.C.A.). Sebab, dengan B.C.A., tidak hanya aku dapat terus termotivasi untuk kian meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas diriku, tetapi juga aku akan terus meningkatkan peranku dalam melestarikan lingkungan, yakni lewat transaksi yang tidak membutuhkan banyak energi untuk kendaraan bermotor (karena bisa bertransaksi dari rumah sekalipun) dan transaksi yang tidak membutuhkan banyak kertas (karena memang tidak perlu lagi banyak kertas sebagai print-out).

Aku menjadi nasabah B.C.A. sejak baru masuk kuliah. Buka rekening di Tabungan Hari Depan (Tahapan) B.C.A. beberapa tahun sebelum Krisis Moneter 1998. Beberapa alasan utamaku memilih B.C.A. ialah karena jaringannya luas, ketersediaan mesin Anjungan Tunai Mandiri (A.T.M.)-nya sangat banyak, dan reputasinya terpercaya. Sebagai mahasiswa yang menjadi perantauan dan anak kos pada waktu itu, aku sangat bergantung pada semua alasan tersebut. Terutama soal ketersediaan A.T.M. yang banyak dan merata. Maklum, selaku remaja, kontrol diriku saat itu kadang suka longgar. Melihat makanan, minuman, atau apa saja yang menarik bagi mata, langsung kubeli. Tanpa perhitungan lagi atas kondisi keuangan. Karena itu, untuk mendisiplin diri, aku sengaja membawa uang tunai di dompet hanya secukupnya saja untuk ongkos dan makan satu-dua kali. Sisanya tetap kubiarkan tersimpan di tabungan. Jadi, kalau butuh beli makan selanjutnya, atau ada suatu keperluan lain, aku pun mau-tak mau harus berjalan ke A.T.M. terdekat untuk mengambil uang. Sekalian supaya aku lihat sendiri, berapa sisa saldoku. Dengan bisa melihat sisa saldo, aku pun otomatis akan berhitung, bagaimana supaya uang yang masih ada itu bisa mencukupi untuk semua biayaku sampai datangnya kiriman berikutnya dari orangtuaku, yang biasanya di awal bulan.

Tetapi, maklum, selaku manusia biasa, apalagi dulu ketika masih remaja, aku sering melakukan kesilapan. Termasuk dalam penggunaan kartu A.T.M. B.C.A.-ku. Kelalaian itu hampir selalu dalam bentuk tertinggalnya kartu A.T.M. di mesin A.T.M. saban kali aku habis melakukan transaksi. Atau, kalau tidak begitu, kartu A.T.M.-ku tertelan akibat kesalahan memasukkan P.I.N. (Personal Identification Number) sebanyak 3 kali, atau karena kekeliruan-kekeliruan konyol lainnya.

Nah, kalau sudah terjadi seperti itu, aku buru-buru menelepon call center di Halo B.C.A. untuk melaporkan kejadian tersebut sekalian memblokir kartu A.T.M.-ku. Kalau dulu, nomor Halo B.C.A. 500888. Sekarang menjadi 1500888. Meskipun nomornya berubah, pelayanannya tetap tidak berubah. Tetap ramah, profesional, dan cepat. Jadi, sebagai nasabah, aku pun merasa aman dan sangat dihargai. Istimewanya, saat aku akhirnya datang ke kantor cabang B.C.A. terdekat (atau kalau dulu, ke kantor cabang B.C.A. yang diberitahukan oleh operator Halo B.C.A.). Di sana, aku dilayani dengan keramahan, profesionalitas, dan kecepatan yang sama, namun lebih terasa lagi, sebab aku langsung berhadapan dengan petugas customer service dan langsung mendapatkan kartu A.T.M. yang baru (atau kalau dulu, kartu A.T.M. yang tertahan di mesin A.T.M. terkait). Pada akhirnya, kartu A.T.M. B.C.A.-ku yang berkategori silver pun diganti dengan kartu Paspor B.C.A. silver, kartu A.T.M. terbaru dari B.C.A. yang memfasilitasi berbagai layanan perbankan B.C.A. dalam melakukan berbagai transaksi, khususnya transaksi secara elektronik.

Entah di mata orang-orang lain, namun di mataku, pelayanan yang semacam itu selain memang termasuk yang paling esensial bagi nasabah/pelanggan, juga menjadi bentuk pelayanan yang berwawasan ke depan. Karena, seiring perkembangan zaman, dunia pun menjadi semakin menyadari pentingnya penghargaan terhadap manusia dan kemanusiaan. Dan itu, bagiku, telah dibuktikan B.C.A. sejak beberapa tahun sebelum era informasi dan komunikasi menjadi seperti sekarang ini.

Lalu, ke-terdepan-an dan ke-masadepan-an B.C.A. lainnya yang juga kumanfaatkan ialah berupa fasilitas internet banking dari B.C.A., melalui KlikB.C.A., untuk memudahkan segala transaksi yang kulakukan. Guna dapat menginisiasi fasilitas tersebut, aku pun mendatangi kantor cabang B.C.A. terdekat. Kembali aku menikmati kemudahan dan keramahan layanan B.C.A., terutama para pegawainya di kantor cabang tersebut. Aku pun diberikan alat key B.C.A., suatu alat yang diperuntukkan khusus bagi transaksi lewat KlikB.C.A., yaitu transaksi secara online/internet.

Dengan begitu, aku melakukan berbagai pembayaran tagihan rutin bulanan (seperti listrik pascabayar, ledeng, dan telepon rumah), membayar utang kepada orang lain, mentransfer uang, mencek saldo, dan pelbagai transaksi keuangan lainnya melalui mesin A.T.M. B.C.A. atau, lebih gampang lagi, cukup lewat internet di rumah melalui Klik B.C.A. saja. Tak perlu lagi aku antre lama-lama dan panjang-panjang, bahkan tak perlu lagi pula aku membuang waktu dan tenaga untuk keluar rumah. Sungguh cara hidup di masa kini dan di masa depan, bukan?

Bahkan, untuk berbelanja pun, B.C.A. memberi kemudahan-kemudahan lain bagiku. Kita semua maklum, mulai di zaman sekarang dan sekaligus di masa mendatang, berbelanja secara daring/online sudah makin menjadi gaya hidup. Dan pembayaran secara non-tunai sudah makin pula menjadi kebutuhan. Jadi, walaupun aku jarang sekali berbelanja secara online, tetapi cara pembayaran secara non-tunai sudah menjadi bagian gaya hidupku sehari-hari. Sehingga, selain dengan membayar menggunakan fasilitas Debit B.C.A., di mana kartu Paspor B.C.A.-ku dipakai sebagai kartu debit untuk melakukan berbagai macam pembayaran, aku pun mulai menggunakan kartu Flazz dari B.C.A., sebuah produk uang elektronik yang termasuk paling awal muncul di negeri kita. Apalagi, karena aku kerap berkunjung ke Jakarta, kota megapolitan yang transportasi publiknya telah menerapkan sistem pembayaran secara elektronik melalui uang elektronik.

Semua "peralatan perang" yang kudapatkan dari B.C.A. demi kehidupan masa kini dan masa depanku (Sumber foto: koleksi pribadi, nomor-nomor kartu sengaja kusamarkan demi alasan keamanan)

Belakangan, aku pun mempertimbangkan untuk memanfaatkan pula dompet elektronik Sakuku yang diproduksi B.C.A. untuk kian membawaku ke masa depan yang lebih optimal. Sebab, setelah kupikir-pikir, memang ada baiknya juga aku memanfaatkan gadget dan teknologinya untuk bertransaksi. Dengan mengunduh aplikasi Sakuku dari B.C.A. pada telepon genggam pintar, kita bisa bertransaksi secara lebih mudah, cepat, dan aman lagi. Terlebih, saldo Sakuku bisa dicairkan pula menjadi uang tunai di mesin A.T.M., bila sewaktu-waktu kita membutuhkan uang tunai.

Yang pasti, sampai sekarang, dan aku yakin nanti-nanti pun, belum dan tak akan menjadi pertimbanganku untuk melepaskan B.C.A. dari kehidupanku, keluargaku, dan orang-orang tercintaku, berhubung mereka juga semuanya menggunakan B.C.A. dalam rutinitas mereka. Karena, kebutuhan kehidupan dan gaya hidup di masa depan, sampai saat ini tetap terbukti dapat diwadahi oleh B.C.A. melalui berbagai fasilitas dan produknya.

Selasa, 27 September 2016

Hidup Sehat dan Bahagia, Jantung Tetap Sehat


Foto anatomi luar & dalam jantung (Sumber foto: http://www.medical-artist.com/Anatomy-of-the-Human-Heart-Illustrations.html)


Jantung adalah salah satu organ paling vital manusia. Sebab, ia satu-satunya yang bertugas memompa darah. Dan darah adalah pembawa semua zat penunjang kehidupan. Artinya, bilamana jantung kita tidak sehat, maka hidup kita pun terancam.

Sayangnya, yang paling berperan merusak jantung kita adalah pilihan gaya hidup kita sendiri! Rokok sudah bukan lagi menjadi tren, namun bagi sebagian kalangan, sudah menjadi kebutuhan. Menu keseharian kita semakin disarati glukosa, L.D.L. (low density lipoprotein, lipoprotein kurang pekat, atau banyak disebut sebagai “kolesterol jahat”), dan asam lemak jenuh.

Namun, kabar baiknya, kita juga memiliki kekuasaan penuh untuk memilih gaya hidup yang sehat!

Melalui artikel ini, saya akan membagikan segala hal tentang gaya hidup sehat yang bukan saja saya ketahui namun juga saya jalani dan buktikan sendiri efektivitasnya.

1. Jiwa, kerohanian, dan sosialitas kita saling terikat, terkait, dan mempengaruhi dengan tubuh kita. Karena itu, jika ada gangguan di salah satunya, maka yang lainnya pun akan menderita. Contohnya, saat kita flu, bukan cuma tubuh kita yang lemas dan tidak nyaman, namun pikiran kita pun serasa tersendat, perasaan kita pun jadi gampang galau dan terlalu sensitif. Demikian pula sebaliknya. Saat kita sedang marah, sedih, cemas, atau depresi, kita sering lemas, jantung kita berdebar-debar, kita merasa mulas bahkan sampai diare, dan buang air kecil pun jadi sering kita alami. Karena itu, saya tak hanya memperhatikan kesehatan fisik. Pikiran, perasaan, emosi, keinginan, spiritualitas, dan kehidupan sosial pun saya jaga agar tetap positif, sehat, dan stabil. Saya pun ingin hidup tanpa stres. Pasalnya, stres bisa memicu hipertensi, yang merupakan faktor resiko terjadinya infark (kelumpuhan) pada miokardium (otot jantung), yang terkenal dengan sebutan “penyakit jantung koroner”. Karena itu, saya pun tidak ingin mencemaskan kesehatan saya. Saya tak mau takut akan suatu penyakit pun. Karena, kalau kita terlalu kuatir pada penyakit tertentu, termasuk penyakit jantung, justru kekuatiran kita itu sangat mungkin menjadi kenyataan!

2. Masih berkenaan dengan kebebasan dari stres, saya pun berupaya konsisten menjalani hidup secara serius tetapi santai. Tidak tegang, tidak kaku, dan tidak monoton. Saya pun menjaga diri saya dari jebakan tuntutan-tuntutan hidup yang tak perlu, yang berpotensi memerangkap saya dalam keadaan kelebihan beban (overloaded) sampai kewalahan (exhausted). Kunci dari semua itu adalah rasa syukur kepada Tuhan. Namun, bukan kesantaian saja yang membuat kita sehat dan jantung kita terjaga. Keseriusan pun sama. Serius itu tidak sama dengan tegang, kaku, dan monoton. Maka, serius tidak bertentangan dengan santai. Serius itu berarti sungguh-sungguh, sepenuh hati, penuh totalitas, berdedikasi tinggi, dan berdeterminasi maksimal. Semua itu membuat tubuh dan mental kita menjadi aktif, sehingga otot-otot tubuh dan jiwa kita pun terlatih dan menjadi makin kuat, lentur, dan lincah. Dan, yang pasti, keseriusanlah yang melahirkan sukses, peningkatan, dan kemajuan. Semua itu melahirkan kepuasan lahir dan batin.

3. Serius dan santai juga merupakan sikap saya terhadap urusan kesehatan itu sendiri. Buat saya, gaya hidup sehat harus menyenangkan. Karena, seperti telah kita lihat, kalau batin tidak nyaman, fisik pun tidak akan beres. Kalau saya terpaksa mengerjakan sebuah gaya hidup yang katanya sehat, maka bukannya kesehatan yang saya peroleh melainkan justru penyakit! Jadi, dalam mengatur pola makan dan asupan nutrisi, menata ritme antara bekerja dan beristirahat, serta melakukan olah tubuh, saya tidak ingin kaku, stres, dan terpaku pada yang baku. Saya ingin menikmati semuanya. Dan, yang jelas, saya tidak akan melakukan yang tidak saya sukai. Saya penyuka jamu dan makanan yang pahit-pahit seperti sayur pare dan daun pepaya. Tetapi, itu karena saya ini penikmat segala jenis makanan dan minuman. Saya tidak berpantang makanan dan minuman apapun. Begitu juga dengan olah tubuh. Saya melakukan olah fisik yang saya sukai, yaitu berjalan kaki. Maka, bilamana waktu saya sedang senggang, kalau saya ada perlu untuk pergi ke suatu tempat, jika tempat tersebut jauhnya maksimal dua kilometer, saya akan menempuhnya dengan berjalan kaki. Kembali atau pulangnya pun sama. Namun, saya tidak mau main bulutangkis atau tenis meja biar setengah set sekalipun! Menurut saya, selain menyenangkan, gaya hidup sehat adalah soal keseimbangan dan keselarasan. Dan semuanya harus serba secukupnya, tidak kurang namun juga tidak berlebihan.


4. Terakhir, gaya hidup sehat tentu saja harus menjunjung tinggi kebersihan. Sebab, adalah keliru kalau kita menganggap penyakit jantung hanyalah infark miokardium. Banyak sekali ragam penyakit yang bisa menyerang organ vital kita tersebut. Semuanya dapat dikelompokkan menjadi tiga. Bawaan, degenerasi, dan infeksi. Penyakit jantung koroner, atau infark miokardium, termasuk yang degenerasi. Tetapi, yang tak kalah marak dan berbahaya adalah infeksi yang menyerang jantung. Bakteri Staphilococcus aureus dan Streptococcus beta-haemoliticus adalah dua spesies bakteri yang umum menyerang bagian apapun dari tubuh kita, termasuk jantung. Keduanya dapat membuat defek pada katup jantung. Masalahnya, kedua bakteri ini sangat banyak di udara, air, dan makanan. Karena, iklim tropis Indonesia memang merupakan kondisi ideal untuk mereka. Jadi, saya pun rutin menjaga kebersihan diri, makanan, barang, dan lingkungan saya.

Hidup Sehat dan Bahagia, Jantung Tetap Sehat



Foto anatomi luar & dalam jantung (Sumber foto: http://www.medical-artist.com/Anatomy-of-the-Human-Heart-Illustrations.html)


Jantung adalah salah satu organ paling vital manusia. Sebab, ia satu-satunya yang bertugas memompa darah. Dan darah adalah pembawa semua zat penunjang kehidupan. Artinya, bilamana jantung kita tidak sehat, maka hidup kita pun terancam.

Sayangnya, yang paling berperan merusak jantung kita adalah pilihan gaya hidup kita sendiri! Rokok sudah bukan lagi menjadi tren, namun bagi sebagian kalangan, sudah menjadi kebutuhan. Menu keseharian kita semakin disarati glukosa, L.D.L. (low density lipoprotein, lipoprotein kurang pekat, atau banyak disebut sebagai “kolesterol jahat”), dan asam lemak jenuh.

Namun, kabar baiknya, kita juga memiliki kekuasaan penuh untuk memilih gaya hidup yang sehat!

Melalui artikel ini, saya akan membagikan segala hal tentang gaya hidup sehat yang bukan saja saya ketahui namun juga saya jalani dan buktikan sendiri efektivitasnya.

1. Jiwa, kerohanian, dan sosialitas kita saling terikat, terkait, dan mempengaruhi dengan tubuh kita. Karena itu, jika ada gangguan di salah satunya, maka yang lainnya pun akan menderita. Contohnya, saat kita flu, bukan cuma tubuh kita yang lemas dan tidak nyaman, namun pikiran kita pun serasa tersendat, perasaan kita pun jadi gampang galau dan terlalu sensitif. Demikian pula sebaliknya. Saat kita sedang marah, sedih, cemas, atau depresi, kita sering lemas, jantung kita berdebar-debar, kita merasa mulas bahkan sampai diare, dan buang air kecil pun jadi sering kita alami. Karena itu, saya tak hanya memperhatikan kesehatan fisik. Pikiran, perasaan, emosi, keinginan, spiritualitas, dan kehidupan sosial pun saya jaga agar tetap positif, sehat, dan stabil. Saya pun ingin hidup tanpa stres. Pasalnya, stres bisa memicu hipertensi, yang merupakan faktor resiko terjadinya infark (kelumpuhan) pada miokardium (otot jantung), yang terkenal dengan sebutan “penyakit jantung koroner”. Karena itu, saya pun tidak ingin mencemaskan kesehatan saya. Saya tak mau takut akan suatu penyakit pun. Karena, kalau kita terlalu kuatir pada penyakit tertentu, termasuk penyakit jantung, justru kekuatiran kita itu sangat mungkin menjadi kenyataan!

2. Masih berkenaan dengan kebebasan dari stres, saya pun berupaya konsisten menjalani hidup secara serius tetapi santai. Tidak tegang, tidak kaku, dan tidak monoton. Saya pun menjaga diri saya dari jebakan tuntutan-tuntutan hidup yang tak perlu, yang berpotensi memerangkap saya dalam keadaan kelebihan beban (overloaded) sampai kewalahan (exhausted). Kunci dari semua itu adalah rasa syukur kepada Tuhan. Namun, bukan kesantaian saja yang membuat kita sehat dan jantung kita terjaga. Keseriusan pun sama. Serius itu tidak sama dengan tegang, kaku, dan monoton. Maka, serius tidak bertentangan dengan santai. Serius itu berarti sungguh-sungguh, sepenuh hati, penuh totalitas, berdedikasi tinggi, dan berdeterminasi maksimal. Semua itu membuat tubuh dan mental kita menjadi aktif, sehingga otot-otot tubuh dan jiwa kita pun terlatih dan menjadi makin kuat, lentur, dan lincah. Dan, yang pasti, keseriusanlah yang melahirkan sukses, peningkatan, dan kemajuan. Semua itu melahirkan kepuasan lahir dan batin.

3. Serius dan santai juga merupakan sikap saya terhadap urusan kesehatan itu sendiri. Buat saya, gaya hidup sehat harus menyenangkan. Karena, seperti telah kita lihat, kalau batin tidak nyaman, fisik pun tidak akan beres. Kalau saya terpaksa mengerjakan sebuah gaya hidup yang katanya sehat, maka bukannya kesehatan yang saya peroleh melainkan justru penyakit! Jadi, dalam mengatur pola makan dan asupan nutrisi, menata ritme antara bekerja dan beristirahat, serta melakukan olah tubuh, saya tidak ingin kaku, stres, dan terpaku pada yang baku. Saya ingin menikmati semuanya. Dan, yang jelas, saya tidak akan melakukan yang tidak saya sukai. Saya penyuka jamu dan makanan yang pahit-pahit seperti sayur pare dan daun pepaya. Tetapi, itu karena saya ini penikmat segala jenis makanan dan minuman. Saya tidak berpantang makanan dan minuman apapun. Begitu juga dengan olah tubuh. Saya melakukan olah fisik yang saya sukai, yaitu berjalan kaki. Maka, bilamana waktu saya sedang senggang, kalau saya ada perlu untuk pergi ke suatu tempat, jika tempat tersebut jauhnya maksimal dua kilometer, saya akan menempuhnya dengan berjalan kaki. Kembali atau pulangnya pun sama. Namun, saya tidak mau main bulutangkis atau tenis meja biar setengah set sekalipun! Menurut saya, selain menyenangkan, gaya hidup sehat adalah soal keseimbangan dan keselarasan. Dan semuanya harus serba secukupnya, tidak kurang namun juga tidak berlebihan.


4. Terakhir, gaya hidup sehat tentu saja harus menjunjung tinggi kebersihan. Sebab, adalah keliru kalau kita menganggap penyakit jantung hanyalah infark miokardium. Banyak sekali ragam penyakit yang bisa menyerang organ vital kita tersebut. Semuanya dapat dikelompokkan menjadi tiga. Bawaan, degenerasi, dan infeksi. Penyakit jantung koroner, atau infark miokardium, termasuk yang degenerasi. Tetapi, yang tak kalah marak dan berbahaya adalah infeksi yang menyerang jantung. Bakteri Staphilococcus aureus dan Streptococcus beta-haemoliticus adalah dua spesies bakteri yang umum menyerang bagian apapun dari tubuh kita, termasuk jantung. Keduanya dapat membuat defek pada katup jantung. Masalahnya, kedua bakteri ini sangat banyak di udara, air, dan makanan. Karena, iklim tropis Indonesia memang merupakan kondisi ideal untuk mereka. Jadi, saya pun rutin menjaga kebersihan diri, makanan, barang, dan lingkungan saya.

Rabu, 14 September 2016

Dibutuhkan: Pemimpin yang Benar untuk Membenarkan Daerah

(Sumber foto:
(Sumber foto: http://www.plasasms.com/solusi-bisnis/pemilu/) - See more at: http://www.siperubahan.com/read/2978/Dibutuhkan-Pemimpin-yang-Benar-untuk-Membenarkan-Daerah#sthash.Fuz9BgKN.dpuf
http://www.plasasms.com/solusi-bisnis/pemilu/
(Sumber foto: http://www.plasasms.com/solusi-bisnis/pemilu/) - See more at: http://www.siperubahan.com/read/2978/Dibutuhkan-Pemimpin-yang-Benar-untuk-Membenarkan-Daerah#sthash.Fuz9BgKN.dpuf
)

(Tulisan ini telah dimuat sebelumnya di situs SIPerubahan.com dengan judul yang sama pada alamat situs http://www.siperubahan.com/read/2978/Dibutuhkan-Pemimpin-yang-Benar-untuk-Membenarkan-Daerah)

Jika jadwalnya tidak berubah, Komisi Pemilihan Umum (K.P.U.) telah merencanakan pengadaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) serentak di 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota pada 15 Februari 2017 mendatang. Harapan paling utama dari Pemilukada 2017 ini sama dengan semua pemilu dan pemilukada sebelum-sebelumnya, yakni naiknya pemimpin yang mampu menaikkan derajat, harkat, dan kesejahteraan rakyat.
 
Idealitas pemimpin seperti itu tentu hanya bisa didapatkan apabila calon yang dimajukan memenuhi beberapa kriteria terkait kapasitas, kapabilitas, dan integritas. Ada kriteria umum, khusus, dan spesifik. Berikut ini adalah kriteria tersebut.

Kriteria Umum
Ini adalah persyaratan mutlak yang harus terdapat di dalam kepemimpinan dan diri pemimpin di manapun di seluruh dunia. Karakter dan moral yang teruji, kehidupan pribadi dan sosial yang menginspirasi dan layak diteladani, kemampuan menggerakkan orang lain, serta komitmen dan konsistensi yang kuat, semua itu merupakan poin paling utama yang harus dimiliki siapapun yang hendak menjadi pemimpin dalam bidang apapun di seluruh dunia.

Kriteria Khusus
Jika ada orang yang secara khusus ingin menjadi pemimpin pemerintahan di Indonesia, tentu ada syarat-syarat yang tak boleh dilanggarnya. Sang bakal calon haruslah warganegara Indonesia, tidak sedang menjalani hukuman, dan memenuhi segala ketentuan lain yang diatur dalam perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (N.K.R.I.). Syarat lainnya yang termasuk kriteria khusus, yang bukan merupakan persyaratan administratif dan normatif sebagaimana diatur secara tertulis dalam hukum formal, di antaranya ialah memiliki rekam-jejak yang bersih dari unsur korupsi-kolusi-nepotisme (K.K.N.), dikenal dan berterima oleh masyarakat yang bakal dipimpinnya (tingkat popularitas dan akseptabilitas), serta mengantongi potensi untuk disukai dan dipilih oleh masyarakat terkait (tingkat elektabilitas).

Kriteria Spesifik
Inilah yang menjadi pokok tulisan ini. Kriteria spesifik ini merupakan gabungan dari kriteria yang tertuju khusus untuk pemimpin daerah dengan kriteria yang sebenarnya secara intrinsik termasuk dalam kriteria umum dan spesifik namun jarang disampaikan secara eksplisit.
  1. Benar-benar memahami, mengenal, menghayati, dan menjiwai seluruh karakteristik khas luar dan dalam dari daerah yang hendak dipimpinnya, yakni manusia dan alamnya. Bagaimana suasana kebatinan masyarakatnya, yang tercermin lewat kearifan lokal dan budaya beserta semua atributnya seperti seni dan kuliner. Apa yang dapat mengoptimalkan produktivitas alam dan sekaligus mampu meminimalisir, bahkan mengeliminir, implikasi buruk dari fenomena-fenomena alamiah yang rutin terjadi. Potensi apa saja yang dikandung dalam diri penduduk dan alamnya. Semakin baik sang pemimpin sanggup mengomprehensi dan menginternalisasi semua itu, kian ideal pula dia menjadi wajah daerahnya.
  2. Mempunyai kemampuan komunikasi yang sedemikian rupa baiknya sehingga mampu menyalinkan seluruh isi kepala dan hatinya ke dalam kepala dan hati rakyatnya. Dengan demikian, si pemimpin dapat membuat seluruh rakyat dan semua pihak memahami visi, misi, serta arah dan maksud kebijakannya, serta kemudian bisa mengerahkan semua kekuatan di daerahnya untuk menyukseskan semua itu sesuai yang dimaksudkannya.
  3. Punya kesanggupan menciptakan sinkronisasi dan harmonisasi antara perikehidupan dan kearifan lokal dengan tuntutan dan kebutuhan zaman, serta antara idealisme domestik dengan realisme global. Dengan kata lain, pemimpin daerahlah yang mengantarkan dan membimbing daerah dan rakyatnya ke kancah dunia, dan pada saat bersamaan, membawa dan menerjemahkan kehidupan internasional dan semesta ke daerahnya.
  4. Yang terakhir, yang paling penting karena menjadi kunci dari semuanya, adalah bahwa keberpihakan sang pemimpin haruslah hanya pada satu saja. Yakni kebenaran. Pemimpin tidak boleh terjebak pada adagium “berpihak pada yang lemah” dan “berpihak pada rakyat”. Karena, hakekat pemimpin adalah menjadi wakil Tuhan di bumi. Dan substansi dari menjadi wakil Tuhan adalah dengan menghadirkan dan menegakkan kebenaran dan keadilan. Kebenaran dan keadilan adalah dua sisi dari satu koin yang sama. Tidak ada keadilan tanpa kebenaran. Jadi, mustahil pemimpin akan adil kalau dia tidak berpihak sepenuhnya pada kebenaran. Orang lemah dan rakyat kecil belum tentu merupakan pihak yang benar. Sebagian besar pencuri dan perampok berasal dari kaum yang lebih lemah secara sosial dan ekonomi dibandingkan korbannya. Maka, kalau pemimpin mau konsisten dengan keberpihakan pada yang lemah atau rakyat kecil, dia sudah pasti tidak akan adil, sebab ia harus membebaskan dan tidak menghukum sang pencuri dan perampok. Dan inilah yang paling berat dari menjadi pemimpin. Karena, memang sama sekali tidak populer. Namun, inilah intisari kepemimpinan. Lihatlah semua tokoh sentral agama besar dunia. Mereka itu orang-orang yang berani tetap konsisten berpihak pada kebenaran walaupun, dengan melakukan itu, mereka dianggap tidak berpihak pada rakyat. Namun, yang jelas, pemimpin semacam itu berpihak pada Tuhan, dan Tuhan pun berpihak pada mereka, karena Tuhan adalah Sang Kebenaran Sejati.
 Inilah "Pemimpin Ideal untuk Daerah"!
Inilah "Pemimpin Ideal untuk Daerah"!
Inilah "Pemimpin Ideal untuk Daerah"!
Inilah "Pemimpin Ideal untuk Daerah"!

Sabtu, 25 Juni 2016

Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL, Multimedia Sempurna dengan Layar 6 Inci Full HD

ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL

Gaya hidup sangat terpengaruh perkembangan teknologi. Di era digital sekarang ini, gaya hidup masyarakat pun banyak terkonsentrasi, serta punya ketergantungan besar, pada perangkat (gadget) komunikasi dan informasi. Dan gadget yang paling menjadi ujung-tombak adalah smartphone. Karena sudah begitu kuatnya digelayuti kebutuhan dan tuntutan gaya hidup itulah, maka smartphone sudah bukan lagi sekadar alat komunikasi dan informasi, melainkan juga, pada gilirannya, malah berbalik menjadi ciri gaya hidup itu sendiri. Smartphone pun dituntut untuk mampu menjadi alat kerja, perangkat hiburan, dan sarana aktualisasi diri pemakainya juga. Berarti, mumpuni dipakai mengerjakan dan menampilkan presentasi, menyenangkan dan nyaman digunakan gaming dan menonton film, serta canggih dan berkualitas dimanfaatkan untuk mengambil dan menampilkan foto dan video khususnya dalam kegiatan bermedia-sosial.

Kalau begitu, smartphone yang dapat memenuhi syarat tersebut bukan saja diharuskan berteknologi termutakhir dalam hal kinerja, namun juga dalam urusan audio-visual. Sebuah smartphone yang merupakan alat multimedia yang dapat menangani multitasking secara handal, tetapi sekaligus pula memiliki sistem display, kamera, dan audio yang tidak hanya canggih namun juga “besar”.

Jeli dengan adanya tuntutan implisit semacam itu, ASUS pun mengeluarkan varian terbaru dari smartphone ASUS Zenfone yang begitu fenomenal, salah satunya karena layarnya yang lapang. Dan varian terbaru itu adalah ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL. Smartphone ini merupakan pengembangan dari Zenfone 6, dan tentunya dengan fitur dan kemampuan yang jauh lebih tinggi.

Multimedia dengan Performa Luar Biasa

Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL dipersenjatai prosesor octa-core 64-bit Qualcomm Snapdragon 616 dan sistem pengoperasian Android 5.0 Lollipop, sehingga menjadikannya smartphone yang amat memenuhi syarat sebagaimana tadi kita lihat. Smartphone ini juga mempunyai konektivitas jaringan 4G-LTE Category 4, yang membuatnya sanggup mendukung kecepatan download sampai 150Mbps.

Kekuatan prosesor yang sangat canggih dari smartphone ini pun disokong memori RAM LPDDR3 berkapasitas 3GB. Sehingga, ber-multimedia dan multitasking pun menjadi tambah lancar. Jadi, ketika kita sedang membuka suatu aplikasi, tanpa perlu menutup aplikasi tersebut, kita pun pada saat bersamaan bisa membuka aplikasi-aplikasi lain, misalnya game dan video.

Layar Bervisualisasi Luas dan Indah

Layar ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL merupakan layar IPS 6 inci dengan resolusi Full-HD 1920 x 1080 dan bersudut pandang luas, yaitu hingga 178 derajat. Teknologi NTSC-gamut menjadikan gambar yang ketajamannya sampai dengan 367 pixel-per-inci itu tampil dengan warna-warna yang seakurat obyek asli/nyata.

Kamera Laser Auto-Focus Berteknologikan ASUS PixelMaster

Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL memiliki dua kamera. Satu di depan, satu di belakang. Kamera belakang adalah kamera utama. Beresolusi 13MP, dapat mengambil gambar dengan resolusi 4128 x 3096 pixel. Kamera ini ditopang fitur Laser Auto-Focus sehingga dapat mengambil fokus dari obyek yang difoto dengan cepat sekali, termasuk face detection, sampai dengan 0,2 detik.

Kamera ini didukung teknologi ASUS PixelMaster. Teknologi tersebut membuat ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL sanggup menangkap gambar lebih terang sampai 400% manakala cahaya sangat minim. Juga terdapat dual-LED (dual tone) flash yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan cahaya lebih jauh lagi supaya warna natural obyek yang difoto bisa ditangkap. Video pun dapat dihasilkan kamera ini dengan resolusi Full-HD dan berkecepatan 30 frame per-detik.

Sementara, kamera depan mempunyai resolusi 5MP dengan aperture f/2.0. Kamera ini pun didukung fitur autofocus agar hasil foto menjadi lebih baik. Sudut tangkapannya juga lebar, sampai 85º, sehingga kalau dipakai untuk berfoto selfie, akan lebih banyak obyek yang dapat ditangkap.

Loudspeaker dengan Teknologi ASUS SonicMaster

Loudspeaker pada ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL ini berupa dual-speaker dual audio chamber yang 50% lebih besar ketimbang Zenfone 6 keluaran sebelumnya. dilengkapi dengan teknologi ASUS SonicMaster. Konstruksi 5 magnet dan metal voice coil pada speaker tersebut menjadikan smartphone ini memiliki audio yang dahsyat dalam segala skenario, hingga 97.4dB.

Keunggulan-keunggulan Lain

Untuk keleluasaan penyimpanan data, Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL menyediakan media penyimpanan internal dengan kapasitas 32GB. Smartphone ini menyediakan pula slot untuk micro-SD yang kapasitasnya sampai sebesar 128GB apabila pengguna hendak mengekspansi kapasitas penyimpanan data. Bilamana dirasa masih juga kurang, penyimpanan data online melalui ASUS WebStorage sebesar 5GB pun tersedia secara gratis selamanya. Harga ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL di pasaran Inonesia pun cukup bersaing, Rp3,599juta.

Spesifikasi Lengkap

Model
ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 616 octa core 64-bit up to 1,7GHz
GPU
Qualcomm Adreno 405 GPU 550 MHz
RAM
3GB RAM
Storage
32GB + 5GB ASUS Webstorage gratis
Micro SD
Yes (up to 128 GB)
Connectivity
WLAN 802.11 b/g/n, BT 4.0 with A2DP, Wifi Direct, Super Fast Wi-FI Hotspot Capability (Tethering), MicroUSB (USB OTG), 35 mm earjack
Network
Dual Antenna untuk sinyal lebih baik

4G LTE Cat4 Download speed hingga 150Mbps

LTE band 1 (2100), 2 (1900), 3 (1800), 5 (850), 7 (2600), 8 (900), dan 20 (800) MHz
SIM Card
Dual Micro-SIM Support
Navigation
GPS, BDS, GLONASS
Display
5 inci super bright IPS HD 720×1280 with 178’ wide view angle, 294 ppi, ASUS TruVivid Full Screen Lamination Technology

Super Scratch Corning Gorilla Glass 4Ultra sensitive touch panel with glove touch support, ASUS ZenMotion support Touch and Motion gesture (termasuk tap-tap untuk membuka dan mengunci layar)
Video
Video Recording MPEG-4 1080 @30fpsPlayback MPEG-4 up to 1080p
Battery
Lithium-Polimer 3000 mAh
Main Camera
13 Megapixel laser autofocus dengan waktu fokus kurang dari 0.2 detik. Diafragma besar f/2.0 5 element Largan Lens, dual tone flash, PixelMaster Camera untuk foto dan video lebih terang hingga 400%
Front Camera
5 Megapixel Autofokus dengan diafragma besar f/2.0, selfie panorama up to 140’
Sensor
Accelerometer/Ambient Light/Proximity/E-Compass/Hall Sensor
Audio
Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMaster untuk suara lebih jernih dan bass lebih dalam dengan dua buah 5 magnet sound chamber
OS
Android 5.0 Lollipop dengan ASUS ZenUI 2.0 dengan lebih dari 1000+ peningkatan fitur, upgradable to Android 6 Marshmallow
Apps
Google App, ASUS Sync, Mycloud, File Manager, Mylibrary, SupernoteBBM & Whatsapp Ready
Dimension
164,55 x 84 x 3,5~10,55mm
Weight
190g
Warna
Glamour Red, Hairline Gold, Hairline Silver
Price
Rp3.599.000