Jumat, 16 Desember 2011

Dell Inspiron N4110 Menunjang Profesionalitas Kakak Iparku

Sumber: www.chip.co.id

Besok paginya (setelah kejadian yang kuceritakan dalam Dell Inspiron N4110 Menunjang Kreativitas Keponakanku sebelum ini), jam 6.45 kakak iparku sudah pergi. Menurut kakakku, ada klien yang harus buru-buru ditangani urusannya karena siangnya hendak berangkat ke luar negeri. Sebagai konsultan pajak freelance, jam kerja kakak iparku memang tidak menentu, tergantung klien. Kira-kira setengah jam kemudian, ketika aku baru selesai mandi, kulihat ada kehebohan. Kakakku tergesa-gesa mondar-mandir sembari menginstruksikan ini-itu pada kedua pembantunya. Sejenak aku bingung, Gio belum bangun, kakak-kakaknya sudah pada ke sekolah, dan belum waktunya juga buat kakakku sendiri berangkat ke pekerjaannya, tapi kenapa rusuh seperti itu? Ketika melihatku, dia berseru, “Sam, cepat pakaian! Ikut aku!”
“Ke mana?”
“Ngantar laptop Kak Tom ke tempat kliennya nih! Barusan dia telepon, salah bawa laptop dia! Mestinya yang dia bawa yang Dell itu. Data-data kliennya ada di situ semua. Kalau dia sendiri yang pulang ngambil, sudah nggak mungkin. Sudah, cepat siap-siap sana! Temanin aku! Malas kalau sendirian, soalnya.”
Buru-buru aku masuk kamar dan bersalin. Tidak sampai sepuluh kemudian, kami sudah di mobil. Biar cepat, kakakku yang menyetir, karena dia yang tahu alamatnya dan jalan tercepat ke sana. Untung lalu-lintas belum macet. Kakakku juga ngebut. Jadi 15 menit kemudian kami sudah tiba. Sebelum kami turun, kakakku mengecek kembali apa sudah benar laptop yang dibawa. Pembantu rumah besar itu ternyata sudah menunggu, dia langsung membukakan pagar. Kakak dan aku bergegas masuk. Waktu sedang menyusuri selasar menuju ruang kantor sang klien, Kakak mengeluarkan laptop dari tas. Supaya cepat, katanya. Di depan pintu kantor, kembali sudah menunggu seorang asisten, yang langsung melongok ke dalam memberitahu bosnya, lalu membentangkan pintu lebih lebar, memberi kami jalan.
Begitu kaki kami melangkahi ambang pintu, seperti dikomandoi, aku dan kakakku refleks melihat kembali laptop di tangan kakakku itu. Dan kami spontan saling pandang. Muka kami berdua mendadak pucat.... Saking paniknya, Kakak lupa melepas lid cover art-deco biru yang semalam dipasang Gio dan tidak menyadarinya, dan aku juga sama, tidak ngeh sama sekali, jadi tidak memperingatkan!
Terlambat buat melepas. Dari antara beberapa orang yang ada di situ (semuanya berwajah tegang, bikin tidak enak hati!), wanita di seberang meja langsung menyambut. “Selamat pagi, Bu!” sapa wanita yang agaknya nyonya rumah itu. “Sorry nih diganggu. Sudah mendesak sekali sih, jam 9 saya dan Bapak sudah harus jalan ke bandara.”
“Nggak apa-apa, Bu,” kakakku menjawab, tetap kelihatan rikuh walaupun berusaha tenang. Di sofa, suaminya melotot, terutama ke arah laptopnya.
Tiba-tiba seorang bapak setengah baya berkata sambil tertawa ringan, “Wah, Pak Tom! Laptopnya gaul! Hahaha!” Tawa menggelegar.
Setelah menyerahkan laptop, Kakak dan aku segera pamitan, tak kuat malu. Dalam perjalanan pulangpun kami tidak bicara, masih panas muka rasanya. Baru kami masuk ruang tamu, HP kakakku berbunyi. Suaminya telepon. Aku masuk kamar untuk ganti pakaian. Waktu keluar, kakakku sudah selesai. Dia tertawa-tawa. Katanya, “Kata Kak Tom, dia tadi kaget dan kesal sekali lihat kita bawa laptopnya tapi cover-nya belum dilepas. Padahal dia lagi stres-stresnya, ngerasa bersalah dan nggak enak banget, kliennya lagi buru-buru, eh, dia pakai acara salah bawa laptop. Suami-isteri Bos dan staf-stafnya pada bete. Itu klien memang yang paling rese juga sih. Tapi waktu lihat laptop itu, mereka langsung pada ceria. Malah, katanya, sempat lima menit mereka ngebahas itu laptop Dell, nanya-nanya Kak Tom di mana belinya, berapa harganya. Habis itu, jadi lancar deh semuanya. ‘Kan itu laptop memang cepat jalannya. Padahal si Kak Tom juga sudah sempat ketar-ketir lagi waktu ngejelasin rincian, soalnya dia lihat indikator baterai laptop itu sudah tinggal satu strip. Untung baterai N4110 itu kuat juga lho. Sampai selesai juga masih belum ada tanda-tanda low-batt.” Kakakku kembali terkekeh.
Wah! Dell yang trendy ternyata juga bisa bikin suasana di antara kakak iparku dan klien-kliennya jadi cair! Presentasinya juga dibuat lancar karena kecepatan prosesor yang tinggi! Baterainya tahan banget lagi!

Tidak ada komentar: